RI, Malaysia & Brunei Siap Kirim Tentara ke Libanon
Kamis, 10 Agu 2006 12:53 WIB
Jakarta - Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam siap menjalankan mandat PBB. Ketiga negara akan bekerja sama dalam mengirim pasukan perdamaiannya ke Libanon.Namun kerjasama ini belum ditentukan dalam bentuk apa, apakah dalam bentuk joint command atau coordinating command.Kesiapan tentara ketiga negara bekerja sama dalam pasukan perdamaian disampaikan panglima angkata bersenjata masing-masing negara di Hotel Gran Melia, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (10/8/2006).Hadir dalam pertemuan tersebut Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto, Panglima Angkatan Tentara Diraja Malaysia Laksamana Tan Sri Datok Sri Mohammad Anwar bin Haji Mohammad Noor, dan Panglima Angkatan Bersenjata Diraja Brunei Darussalam Pehin Datuk Lailaraja Mejar Jenderal Datok Paduka Sri Haji Awang Halbi bin Haji Mohammad Yussof.Ketiga panglima angkatan bersenjata ini bertemu dalam rangka membicarakan lebih jauh rencana kerjasama pasukan perdamaian yang akan dikirim ke Libanon. Kerjasama ini merupakan implementasi hasil kesepakatan ketiga pimpinan negara dalam pertemuan OKI di Kuala Lumpur beberapa waktu lalu."Hari ini kita bertemu untuk bicara pada tingkat strategi, apa yang bisa dilaksanakan bersama dalam menghadapi tugas dari PBB apabila ketiga negara ini diberi mandat," jelas Djoko.Dijelaskan Djoko, sebenarnya antara tentara Indonesia, Malaysia dan Brunei selama ini sudah sering melaksanakan kerjasama militer, baik latihan atau pun operasi yang bersifat regional maupun bilateral. Sehingga apabila ketiga negara ini diberi mandat untuk menjadi penjaga perdamaian, kerjasama itu menjadi makin luas dan bersifat internasional.Grand ConceptMenurut Djoko, grand concept kerjasama di lapangan nantinya akan ditindaklanjuti dalam pertemuan-pertemuan antara asisten operasi, asisten logistik dan asisten intelijen angkatan bersenjata ketiga negara dalam forum joint planning team. Mereka inilah yang akan merumuskan konsep kerjasama apa yang bisa dilakukan pasukan perdamaian ketiga negara, apakah dalam bentuk joint command atau coordinating command."Joint planning team ini juga sekaligus akan terus mengikuti perkembangan situasi di PBB maupun Timteng," tutur Djoko.Ketika ditanya apaah ketiga negara akan bergabung dalam bentuk multinational force atau peace keeping force, Djoko menyatakan, hal itu merupakan keputusan politik pemerintah masing-masing negara bila memang mandat PBB ke luar."Tentunya kita menyiapkan kedua-duanya, tentara itu untuk perang atau bisa pasukan perdamaian, tapi keputusan penugasannya apakah sebagai multinational force atau peace keeping force itu merupakan keputusan politik masing-masing," beber Djoko.Dijelaskan Djoko, TNI saat ini sedang menyiapkan 850 personel yang terdiri dari 4 kompi Kostrad, satu kompi Marinir dan satu kompi Paskhas. Sementara Panglima Angkatan Tentara Diraja Malaysia Laksamana Tan Sri Datok Sri Mohammad Anwar bin Haji Mohammad Noor menyatakan, pihaknya siap mengirimkan sekitar satu batalyon tentaranya yang terdiri 850 sampai 1.000 personel dengan dilengkapi armored personal carrier dan 1 kapal besar yang berfungsi sebagai pendukung logistik selama di Libanon.Sedangkan Panglima Angkatan Bersenjata Diraja Brunei Darussalam Pehin Datuk Lailaraja Mejar Jenderal Datok Paduka Sri Haji Awang Halbi bin Haji Mohammad Yussof menyatakan, Brunei telah menyiapkan 250 personelnya.
(umi/)











































