Top! Angka Stunting di Tangsel Turun Drastis Jadi 9%

ADVERTISEMENT

Top! Angka Stunting di Tangsel Turun Drastis Jadi 9%

Jihaan Khoirunnissa - detikNews
Kamis, 26 Jan 2023 12:07 WIB
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie
Foto: Pemkot Tangsel
Jakarta -

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berhasil menekan kasus stunting. Diketahui, angka stunting di Tangsel turun drastis berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, dari yang semula ada di angka 19,9% menjadi 9%.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie pun mengapresiasi seluruh pihak atas kerja keras dalam menekan angka prevalensi stunting.

Dia pun menekankan kepada seluruh perangkat daerah agar tidak cepat puas atas capaian ini. Benyamin berpesan untuk menjadikan keberhasilan ini sebagai pemacu semangat untuk terus menurunkan bahkan menghilangkan kasus stunting di Tangerang Selatan.

"Alhamdulillah angka stunting kita turun, ini berkat kerja keras semua pihak. Tetapi, kita tidak boleh berpuas diri. Permasalahan stunting masih jadi PR kita bersama," kata Benyamin dalam keterangan tertulis, Kamis (26/1/2023).

Di samping itu ia menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi dan sinergi dalam upaya memerangi stunting. Tidak hanya antarperangkat daerah tapi juga dengan masyarakat.

"Mulai dari identifikasi kembali sebaran stunting dan ketersediaan program dan kendalanya, Menyusun rencana kegiatan untuk meningkatkan pelaksanaan integrasi intervensi stunting, rembuk stunting, hingga review kinerja pelaksanaan program dan kegiatan terkait penurunan stunting selama satu tahun terakhir," ungkapnya.

Belum lagi, kata dia, soal kepastian hukum bagi kelurahan untuk menjalankan peran dan kewenangan serta memastikan tersedianya dan berfungsinya kader yang membantu pemerintah dalam kaitannya intervensi gizi terintegrasi.

"Dan jangan lupakan soal pengukuran pertumbuhan dan perkembangan anak balita dan publikasi angka stunting," tuturnya.

Benyamin juga mendorong pemberian pendampingan kepada keluarga dengan risiko stunting. Selain itu juga pemberian tablet penambah darah bagi remaja putri, dan menggencarkan program Ngider Sehat sebagai upaya promotif, preventif, dan kuratif kepada masyarakat.

"Masalah stunting ini menjadi masalah serius bagi kita, dan menjadi investasi SDM menyongsong Indonesia Emas tahun 2045 oleh karenanya langkah-langkah yang kami lakukan juga harus optimal dan terukur," ucapnya.

Dengan melakukan langkah tersebut, Benyamin yakin Pemerintah Kota Tangsel dapat terus menurunkan angka prevalensi stunting.

(ega/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT