Ibu Muda Cekik Bayinya hingga Tewas di Jaktim Jadi Tersangka!

ADVERTISEMENT

Ibu Muda Cekik Bayinya hingga Tewas di Jaktim Jadi Tersangka!

Ilham Oktafian - detikNews
Kamis, 26 Jan 2023 10:55 WIB
Ilustrasi penemuan mayat bayi (Dok detikcom)
Ilustrasi (dok. detikcom)
Jakarta -

Ibu muda di Duren Sawit, Jakarta Timur, berinisial NK (20) yang mencekik bayinya, NA (2), hingga tewas resmi ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini NK ditahan.

"Tersangka. Iya, sudah ditahan," kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Budi Sartono saat dihubungi detikcom, Kamis (26/1/2023).

Ditambahkan oleh Budi, NK dikenai pasal berlapis, yakni Pasal 76C UU 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan 338 KUHP.

"Pasal 76C juncto Pasal 80 ayat 3 ayat 4 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang PA dan/atau Pasal 338 KUHP," jelasnya.

Dalih Ibu Cekik Anak karena Rewel

Ibu muda di Duren Sawit, Jakarta Timur, NK (20), mencekik bayinya, NA (2), hingga tewas. Ibu muda tersebut tersulut emosi gegara korban menangis.

Peristiwa ini terjadi pertengahan Januari 2023. Ketika itu korban menangis. Ibunya tak bisa menahan amarah sehingga menganiaya si bayi.

"Korban nangis, ibunya kesal dan menendang korban hingga jatuh dan tangannya terpelintir dan kepala bagian kening terbentur," ujar Kapolsek Cakung Kompol Syarifah Chaira dalam keterangannya, Rabu (25/1).

Korban lalu dibawa ibunya ke tukang urut. Di sana, korban diberi minuman kencur dan diperban di bagian tubuh yang terluka.

Beberapa hari kemudian, korban mengeluh kesakitan. Pelaku lalu membawa korban ke puskesmas. Luka-luka korban lalu dibersihkan.

Namun pihak puskesmas menyarankan pelaku membawa korban ke rumah sakit terdekat. Saat kembali ke rumah, korban menangis. Pelaku yang kesal lalu mencekik korban.

"(Pelaku) bingung, panik, dan kesal, mencekik leher korban menggunakan tangan kiri dan posisi korban telentang di kasur," imbuh Syarifah.

Pelaku sempat melepaskan cengkeramannya dari leher korban. Lalu korban kembali menangis kencang.

"(Pelaku) mencekik leher korban untuk yang kedua kalinya, dan melihat korban nyesek dilepas dan didiamkan, berapa menit kemudian pelaku melihat korban diam dan kaku," tambah Syarifah.

Pelaku kemudian menelepon ibunya, W, dan memberi tahunya bahwa korban meninggal dunia karena kecelakaan. Jasad korban dibawa naik angkot.

Namun kebohongan pelaku terbongkar. Warga sekitar yang hendak memandikan jasad korban melihat banyak bekas luka diduga sebagai bentuk penganiayaan.

Warga lalu melaporkan kejadian ini ke polisi. Di kantor polisi, pelaku mengakui perbuatannya.

(mea/mea)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT