Wamendes Ungkap Pertimbangan Jabatan Kades 9 Tahun: Pilkades Lukanya Dalam

ADVERTISEMENT

Wamendes Ungkap Pertimbangan Jabatan Kades 9 Tahun: Pilkades Lukanya Dalam

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 25 Jan 2023 21:22 WIB
Jakarta -

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi mengungkapkan kajian terkait usulan masa jabatan kepala desa menjadi 9 tahun. Budi Arie menilai luka akibat pemilihan kepala desa itu cukup dalam.

"Kajiannya kan begini, Pilkades itu lukanya dalam, jadi kalau 6 tahun itu belum sembuh, beda sama yang di nasional, di provinsi tingkat rekonsiliasinya bisa cepat, nah di desa begitu Pilkades luka dalam," kata Budi Arie dalam diskusi Adu Perspektif kolaborasi detikcom dengan Total Politik dengan tema 'Politik Kekuasaan Desa', Rabu (25/1/2023).

Budi Arie menyebut rekonsiliasi akibat Pilkades membutuhkan waktu hingga 4 tahun. Sehingga, kata dia, masa jabatan kepala desa dari 6 tahun ditambah menjadi 9 tahun.

"Luka dalam mungkin 3 tahun 4 tahun. Nah karena itulah perlu waktu lebih lama untuk rekonsiliasi, itu dasarnya. Sehingga udah periodesasi masa jabatan kades jangan 6 tahun tapi 9 tahun aja. Jadi sekali milih 9 tahun," tutur dia.

Budi Arie menyebut masa jabatan kepala desa dari 6 tahun selama 3 periode akan menjadi 2 kali 9 tahun. Dia tidak setuju jika masa jabatan kades hingga 27 tahun.

"Kajian kita sudah 9 tahun, ada naskah akademiknya kenapa 9 tahun dan 2 periode. Walaupun banyak kepada desa kayak Apdesi dan Papdesi minta 9 kali 3 (jadi) 27 tahun. Papdesi juga minta kalau perlu tidak ada periodesasinya," tutur Budi Arie.

"Ini yang perlu saya sosialisasikan kepada teman-teman kepala desa. Harapan saya nih, kalau kita mikir soal bangsa dan negara ini baiknya itu kepala desa itu bukan tujuan akhir pengabdian, kalau you mau 27 tahun, mau seumur hidup jadi kades saya bilang ini nggak berkembang," jelasnya.

Menurut Budi Arie, masa jabatan kepala desa harusnya tidak menjadi pelabuhan terakhir. Dia lantas mencontohkan seperti Wakil Bupati Malang Didik Budi Muljono.

"Harusnya mikirnya, ada teman-teman saya yang mikir begitu, contohnya Wakil Bupati Malang Mas Didik itu, dia dari kades, jadi ketua DPRD dari PDIP partainya, sekarang jadi wakil bupati, jadi kades jangan mikir lama dong," kata dia.

"Nah itulah kalau ada yang ingin kades itu lama-lama justru saya balik bertanya, motifnya apa lama-lama jadi kades? Karena kajiannya harus panjangin periode satu kali pilihan, cuma term-nya dikurangi," jelasnya.

(lir/aud)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT