Gara-gara Ancaman AS, Kuba Rahasiakan Kesehatan Castro
Kamis, 10 Agu 2006 11:30 WIB
Havana - Pemerintah Kuba sengaja membatasi berita mengenai kondisi kesehatan Presiden Fidel Castro. Alasannya, negeri komunis itu menghadapi ancaman kuat dan nyata dari Amerika Serikat (AS).Castro yang telah memimpin Kuba selama hampir 48 tahun, untuk sementara menyerahkan kekuasaan kepada adiknya, Raul pada 31 Juli lalu. Namun sejak itu, baik Castro maupun Raul tidak pernah muncul di depan publik."Dikarenakan ancaman konkrit dari Washington, maka informasi yang kami berikan mengenai situasi keseluruhan harus hati-hati, terbatas pada informasi yang sangat dibutuhkan," kata Ketua Majelis Nasional Kuba Ricardo seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (10/8/2006).Menurut Alarcon, akibat ancaman AS yang sejak lama menginginkan perubahan politik, maka Kuba berhak merahasiakan informasi detail mengenai kondisi Castro. Baru-baru ini, Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice dan juru bicara Gedung Putih Tony Snow telah membantah rumor mengenai invasi AS ke Kuba.Tidak ada keterangan resmi mengenai bagaimana sebenarnya kondisi Castro saat ini. Namun menurut sumber-sumber yang dekat dengan lingkungan Castro, pria yang telah berusia 80 tahun itu mulai sembuh setelah menjalani operasi akibat pendarahan usus.Menurut otoritas Kuba, Castro sudah bisa kembali bekerja dalam beberapa bulan, atau mungkin beberapa minggu mendatang.
(ita/)











































