Ma'ruf soal Usulan Biaya Haji Rp 69 Juta: Subsidi Sebelumnya Terlalu Banyak

ADVERTISEMENT

Ma'ruf soal Usulan Biaya Haji Rp 69 Juta: Subsidi Sebelumnya Terlalu Banyak

Yulida Medistiara - detikNews
Rabu, 25 Jan 2023 14:45 WIB
Jakarta -

Wapres RI Ma'ruf Amin angkat bicara terkait usulan biaya haji naik menjadi Rp 69 juta. Ma'ruf mengatakan subsidi yang diberikan pemerintah kepada biaya haji sebelumnya terlalu besar sehingga perlu dikaji.

Ma'ruf khawatir jika dana haji yang disubsidi pemerintah terlalu banyak, nantinya untuk calon anggota jemaah haji yang bakal berangkat di tahun berikutnya tidak kebagian subsidi lagi.

"Saya kira kemarin itu subsidi yang diberikan kepada ongkos haji itu terlalu besar 59 persen, karena itu maka hasil optimalisasi daripada pengembangan dana haji itu menjadi terambil banyak," kata Ma'ruf, dalam konferensi pers, Rabu (25/1/2023).

"Nah, kalau itu dibiarkan nanti pokoknya akan ke ambil, nanti haji yang berikutnya tidak akan bisa lagi diberikan lagi subsidi," ungkapnya.

Dengan demikian, Ma'ruf menilai perlu ada penyesuaian harga agar subsidi biaya haji yang diberikan pemerintah tidak habis untuk jemaah haji yang akan berangkat di masa yang akan datang.

"Oleh karena itu perlu ada penyesuaian harga yang kalaupun disubsidi itu tidak membuat kemudian terhentinya subsidi itu nanti. Jadi sustainability pemberian subsidi itu supaya tidak terganggu. Oleh karena itu, maka perlu ada penyesuaian," katanya.

Meski begitu, penyesuaian harga kenaikan biaya haji bakal dibahas bersama antara DPR dan Kementerian Agama. Ia berharap agar ditemukan titik temu soal biaya haji tersebut.

"Nah, penyesuaiannya itu berapa, itu yang saya kira yang nanti, usul Menteri Agama mungkin sudah seperti itu. Nanti saya kira DPR akan membahas mana yang lebih tepat. Andai kata pun harus disubsidi, subsidi itu tidak mengganggu nanti subsidi subsidi untuk para haji berikutnya, itu saya kira," kata Ma'ruf.

"Tapi kalau model seperti yang kemarin itu memang membahayakan, subsidinya terlalu besar, sampai 59%, nah itu itu barang kali. Saya harapkan nanti ketemulah besaran yang lebih rasional yang bisa dipahami oleh para jamaah yang akan berhaji dan juga sustainability subsidi yang diberikan juga tidak terganggu," ujarnya.


Hitung-hitungan Nilai Manfaat Haji

Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) menjelaskan terkait usulan kenaikan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1444 H/2023 M Rp 69 juta. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kemenag, Hilman Latief, mengatakan usulan pemerintah tersebut telah dihitung secara proporsional.

Ia mengatakan komposisi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) terdiri atas yang ditanggung jemaah dan penggunaan nilai manfaat (NM). Komposisi biaya tersebut, menurut Kemenag, telah dihitung secara lebih proporsional.

"Hal ini dimaksudkan untuk menjaga agar nilai manfaat yang menjadi hak seluruh jemaah haji Indonesia, termasuk yang masih mengantri keberangkatan, tidak tergerus habis," kata Hilman Latief, dikutip dari website Kemenag, Minggu (22/1/2023).

Hilman menjelaskan, pemanfaatan dana nilai manfaat sejak 2010 sampai 2022 terus mengalami peningkatan.

Berikut ini perkembangan BPIH 2010-2022 (sumber data: Paparan BPKH pada Media Briefing, 19 Januari 2023):

1. Tahun 2010: Nilai Manfaat 4,45 juta (13%): Bipih 30,05 juta (87%) = 34,50 juta
2. Tahun 2011: Nilai Manfaat 7,31 juta (19%): Bipih 32,04 juta (81%) = 39,34 juta
3. Tahun 2012: Nilai Manfaat 8,77 juta (19%): Bipih 37,16 juta (81%)= 45,93 juta
4. Tahun 2013: Nilai Manfaat 14,11 juta (25%): Bipih 43 juta (75%)= 57,11 juta
5. Tahun 2014: Nilai Manfaat 19,24 juta (32%): Bipih 40,03 juta (68%) = 59,27 juta
6. Tahun 2015: Nilai Manfaat 24,07 juta (39%): Bipih 37,49 juta (61%) = 61,56 juta
7. Tahun 2016: Nilai Manfaat 25,40 juta (42%): Bipih 34,60 juta (58%) = 60 juta
8. Tahun 2017: Nilai Manfaat 26,90 juta (44%): Bipih 34,89 juta (56%) = 61,79 juta
9. Tahun 2018: Nilai Manfaat 33,72 juta (49%): Bipih 35,24 juta (51%) = 68,96 juta
10. Tahun 2019: Nilai Manfaat 33,92 juta (49%): Bipih 35,24 juta (51%) = 69,16 juta
11. Tahun 2022: Nilai Manfaat 57,91 juta (59%): Bipih 39,89 juta (41%) = 97,79 juta
12. Tahun 2023: Nilai Manfaat 29,70 juta (30%): Bipih 69,19 juta (70%) = 98,89 juta (usulan)

Hilman menjelaskan, dari data tersebut, diketahui pada 2010, nilai manfaat dari hasil pengelolaan dana setoran awal yang diberikan ke jemaah hanya Rp 4,45 juta. Sementara Bipih yang harus dibayar jemaah sebesar Rp 30,05 juta. Komposisi nilai manfaat tersebut hanya 13%, sementara Bipih 87%.

Baca halaman selanjutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT