Mulyadi Didor, Deplu Kirim Nota Protes ke Papua Nugini

Mulyadi Didor, Deplu Kirim Nota Protes ke Papua Nugini

- detikNews
Kamis, 10 Agu 2006 10:22 WIB
Jakarta - Kapal nelayan Buana Jaya ditembaki tentara Papua Nugini di perbatasan perairan RI-Papua Nugini. Akibatnya 1 nelayan bernama Mulyadi tewas dan dua rekannya luka-luka. Departemen Luar Negeri (Deplu) RI pun langsung menyampaikan nota protes."Hari ini kita memanggil Dubes Papua Nugini untuk menyampaikan nota protes. Apa pun proses kejadiannya, kami menduga pihak keamanan Papua Nugini menggunakan kekerasan yang berlebihan," kata Juru Bicara Deplu Desra Percaya.Hal ini disampaikan Desra di sela-sela seminar "Membangun komunitas Asean yang berpusat kepada masyarakat" di Deplu, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Kamis (10/8/2006).Deplu juga menuntut pelaku kekerasan dibawa ke proses pengadilan. Pemerintah Papua Nugini, menurut Desra, hingga kini belum memberikan klarifikasi mengenai insiden itu.1 Nelayan TewasSelain menewaskan Mulyadi, tembakan tentara negeri tetangga itu juga melukai nelayan bernama Hamid dan Gopal. Keduanya masih dirawat di rumah sakit.Jenazah Mulyadi kini masih diproses untuk dikembalikan kepada keluarganya.Insiden penembakan terjadi pada 8 Agustus 2006. Kala itu kapal yang berpenumpang 10 nelayan asal Palopo, Sulawesi Selatan, ditembaki dan ditangkap. Namun menurut nelayan yang selamat, kapal yang mereka tumpangi tidak melewati batas Papua Nugini. Berdasarkan laporan yang diterima Deplu dari perwakilan RI di Panimo, Papua Nugini, berita penembakan tersebut diperoleh dari laporan masyrakat.Pelaku penembakan diduga tentara, bukan polisi. Konsulat RI di Papua Nugini pun telah menemui pihak yang berwenang. (aan/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads