KPK Lelang 3 Tanah Suami-Istri Terpidana Korupsi Proyek Jalan Bengkalis

ADVERTISEMENT

KPK Lelang 3 Tanah Suami-Istri Terpidana Korupsi Proyek Jalan Bengkalis

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 25 Jan 2023 12:07 WIB
Gedung KPK
Gedung KPK (Andika Prasetya/detikcom)
Jakarta -

KPK bersama Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bekasi bakal melelang aset rampasan dari pasangan suami-istri Handoko Setiono dan Melia Boentaran selaku terpidana korupsi proyek jalan Bengkalis, Riau. KPK bakal melelang tiga tanah milik keduanya yang berlokasi di Bekasi.

"Akan melakukan lelang eksekusi barang rampasan di muka umum melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bekasi dengan penawaran secara tertutup tanpa kehadiran peserta lelang (closed bidding)," bunyi keterangan lelang seperti dilihat di situs resmi KPK, Rabu (25/1/2023).

Proses lelang akan dilakukan pada 7 Februari 2023, pukul 11.00 waktu server aplikasi lelang internet. Lelang bakal dilakukan dengan cara closed bidding dengan mengakses laman www.lelang.go.id.

Masyarakat yang berminat bisa melakukan pelunasan harga lelang dalam rentang waktu lima hari setelah pelaksanaan lelang. Pembeli nantinya bakal dikenakan bea sebesar dua persen dari harga lelang.

Adapun barang rampasan yang akan dilelang KPK dari terpidana korupsi Handoko Setiono dan Melia Boentaran terdiri atas tiga bidang tanah. Berikut ini rinciannya:

Tiga bidang tanah dalam satu hambatan seluas 3.367 meter persegi sesuai dengan HGB No 6583 dengan luas 1.571 meter persegi. HGB No 6850 dengan luas 1.752 meter persegi dan HGB 6585 dengan luas 71 meter persegi yang terletak di Desa Jatireja, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat/Kaveling Industri Blok C-5 Cikarang atas nama PT Graha Buana Cikarang.

Harga limit objek lelang tersebut senilai Rp 9.676.122.000 (sembilan miliar enam ratus tujuh puluh enam juta serapuh dua puluh rupiah). Adapun uang jaminan objek lelang tersebut senilai Rp 3 miliar.

Perkara Melia Boentaran dan Handoko Setiono

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Pekanbaru menjatuhkan vonis 2 tahun penjara terhadap Handoko Setiono dan 4 tahun penjara untuk Melia Boentaran. Keduanya dinyatakan melakukan korupsi di empat proyek dari total enam paket proyek pembangunan jalan di Bengkalis, Riau.

Keempat proyek tersebut adalah peningkatan jalan lingkar Bukit Batu-Siak Kecil, peningkatan jalan lingkar Pulau Bengkalis, pembangunan Jalan Lingkar Barat Duri, dan pembangunan Jalan Lingkar Timur Duri.

Perkara ini berlanjut ke tingkat banding dan kasasi. Pada tingkat kasasi, Mahkamah Agung menjatuhkan hukuman 4 tahun penjara terhadap Melia dan Handoko. Keduanya juga diwajibkan membayar denda Rp 200 juta.

Keduanya dinyatakan bersalah melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(ygs/zap)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT