Jokowi Bicara Pentingnya Siap Lahir Batin Sebelum Nikah demi Cegah Stunting

ADVERTISEMENT

Jokowi Bicara Pentingnya Siap Lahir Batin Sebelum Nikah demi Cegah Stunting

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Rabu, 25 Jan 2023 11:17 WIB
Jokowi Perintahkan Kementerian Keroyokan Atasi Inflasi
Presiden Jokowi (Lukas/Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) merespons fenomena banyaknya remaja menikah dini di sejumlah daerah. Jokowi mengingatkan mengenai pentingnya kesiapan lahir dan batin sebelum menikah.

"Itu masalah stunting masalah mengenai bagaimana menyiapkan pra hamil dan saat hamil. Penting sehingga yang namanya pernikahan harus dilihat bahwa yang mau nikah benar benar siap lahir dan batin," kata Jokowi kepada wartawan di kantor BKKBN Jakarta Timur, Rabu (25/1/2023). Jokowi ditanya soal fenomena pernikahan dini di sejumlah daerah.

Jokowi mewanti-wanti masyarakat Indonesia terkait pencegahan anak stunting. Menurut Jokowi, pemahaman mengenai pencegahan stunting bisa disampaikan sebelum pernikahan.

"Jangan sampai mau nikah, ada anemia kurang darah nanti waktu hamil kalau ini nggak diselesaikan anaknya menjadi stunting penyelesaian setelah lahir akan lebih sulit. Akan lebih mudah diselesaikan kalau anak di dalam kandungan," ujar Jokowi.

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mengatakan dispensasi nikah anak paling banyak terdapat di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. Asisten Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak PPPA, Rohika Kurniadi Sari, menyebutkan faktor paling banyak menyebabkan pernikahan anak adalah ekonomi.

"Daerah terbesar dalam dispensasi nikah memang masih mempunyai posisi tinggi, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. Dispensasi nikah ini kebanyakan bukan hamil duluan, paling dominan faktor ekonomi," kata Ika di gedung Kementerian PPPA, Jakarta Pusat, Jumat (20/1).

Ika menyebutkan dispensasi nikah anak juga dipicu orang tua yang khawatir anaknya berzina. Ika menganggap faktor tersebut memperlihatkan orang tua yang mudah menyerah mendidik anaknya.

"Kalau dilihat terkait penyebab memang paling dominan, ekonomi ya dominannya. Kedua sudah khawatir anaknya melakukan tindakan tidak terpuji seperti zina itu menjadi faktor juga. Orang tua sekarang kok mudah menyerah ya terhadap persoalan anak ini," ujarnya.

Ika mengatakan dispensasi nikah anak terjadi karena adat suatu daerah. Menurutnya, faktor tersebut bukan solusi yang tepat.

"Jadi bukan karena takut zina dan dikawinkan, itu bukan solusi. Ada juga adat, seperti di Papua ada adat setiap anak gadis sudah menstruasi dia akan memelihara ternak. Ya salah eksekusinya, ya tidak harus dikawinkan, karena usia anak menstruasi mulai 9 tahun ada," ujarnya.

(knv/haf)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT