Komisi IV DPR Bentuk Panja soal Dugaan Kementan Mark Up Data Food Estate

ADVERTISEMENT

Komisi IV DPR Bentuk Panja soal Dugaan Kementan Mark Up Data Food Estate

Gibran Maulana - detikNews
Rabu, 25 Jan 2023 10:57 WIB
Rapat Komisi IV DPR dengan Kementan, Selasa (24/1/2023). (Screenshot YouTube DPR).
Rapat Komisi IV DPR dengan Kementan, Selasa (24/1/2023). (Screenshot YouTube DPR)
Jakarta -

Ketua Komisi IV DPR Sudin menegaskan tidak ada yang namanya food estate palsu seperti isu yang beredar. Sudin menyatakan informasi yang benar adalah adanya dugaan manipulasi data oleh Kementerian Pertanian (Kementan) atas hasil produksi food estate.

"Tidak ada yang nama food estate palsu," kata Sudin saat rapat dengan pendapat (RDP) bersama Kementan, Selasa (24/1) seperti dalam video yang dilihat di YouTube Komisi IV DPR, Rabu (25/1/2023).

"Yang ada, data yang di-mark up oleh Kementerian Pertanian hasil produksi dari food estate," kata Sudin, yang merupakan politikus PDIP.

Sudin menyebut, jika food estate palsu, tidak ada potensi menghasilkan hasil-hasil pertanian. Ia memastikan program food estate memiliki potensi, tetapi ada dugaan data-datanya dimanipulasi.

"Saya juga tergelitik membaca di media. Food estate palsu, nggak ada yang palsu food estate. Kalau palsu, itu berarti tidak ada food estate-nya, tetapi ini ada. Yang kurang pas adalah laporan perihal produksinya," katanya.

Sudin menyebut pihaknya sudah menyepakati usulan pembentukan panja terkait food estate. Sekali lagi dia menegaskan tidak ada yang namanya food estate palsu.

"Dan kita sudah sepakat, saya diminta oleh teman-teman untuk membuat panja perihal food estate di berbagai wilayah. Saya tekankan lagi, tidak ada food estate palsu. Yang ada datanya yang tidak valid dari Kementerian Pertanian," kata Sudin.

Kata Mentan

Mentan Syahrul Yasin Limpo sebelumnya menepis Komisi IV DPR yang menyebut banyak data palsu terkait food estate. Ia menekankan, data yang dihimpun Kementerian Pertanian tidak menunjukkan adanya penurunan dari produksi Food Estate.

"Kalau dari Kementan tidak ada data yang turun," ujarnya kepada media, selepas Rapat kerja Komisi IV DPR RI Dengan Kementerian Pertanian, Senin (16/1).

Sementara saat ditanya mengenai pernyataan yang menyebut banyaknya data palsu menyangkut program Food Estate. SYL menjawab, hal itu harusnya ditanyakan ke Badan Pusat Statistik (BPS).

"Aku nggak tahu itu. Data BPS kau tanya. BPS itu digaji untuk itu," ujarnya.

Selanjutnya, dalam Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian Tahun 2023, yang disiarkan di TV Tani Indonesia, Rabu (25/1), Mentan membantah food estate disebut gagal. Dia menyatakan produktivitas dari hasil penanaman di daerah fokus food estate terus meningkat.

Syahrul mengakui memang tidak mudah menanam tanaman di lokasi food estate Kalimantan Tengah. Meski begitu, progres dari hasil panen per hektare lahan terus meningkat.

Dalam paparannya, lokasi food estate di Kalteng ada di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulpis yang total lahan tanamnya 14.135 ha. Sementara rincian masing-masing lahan dua kabupaten itu adalah, Kabupaten Kapuas 13.000 ha dan Kabupaten Pulpis 1.135 ha.

Tonton juga Video: Gerindra Sebut Ada Menteri Ogah Buka Izin Lahan Buat Food Estate Prabowo

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT