Pengaku Nabi Tinggalkan Islam Saat Cintanya Membara
Rabu, 09 Agu 2006 18:05 WIB
Jakarta - Dengan suara bergetar Muhammad Abdul Rachman, terdakwa kasus penodaan agama memberikan keterangan di persidangan. Dengan menahan air mata, ia mengatakan meninggalkan agama Islam pada saat kecintaannya pada agama itu sedang membara."Tetapi hati dan jiwa saya adalah Islam pada hakekatnya. Karena Islam adalah penyerahan diri secara total," ujar Abdul Rachman di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Gadjah Mada, Jakarta, Rabu (9/8/2006).Ketika ditanya kuasa hukumnya siapa yang menyuruh meninggalkan Islam, Abdul Rachman menjawab tegas. "Allah. Kami diminta untuk monotheis yang dalam bahasa Arabnya tauhid. Syariat diminta untuk ditinggalkan karena telah diberhalakan," ujar Abdul Rachman di hadapan majelis hakim yang dipimpin Lief Sofijullah.Dalam keterangannya, pria yang dinyatakan sebagai reinkarnasi Nabi Muhammad oleh Komunitas Eden ini mengatakan tidak pernah ada peritah dari Tuhan untuk meng-Eden-kan orang lain.Meski demikian dia mengaku komunitasnya rajin menyebarkan wahyu berupa risalah ke masyarakat dan lembaga-lembaga keagamaan. Tujuannya adalah agar pertolongan Allah dapat dinikmati dan dihikmati."Risalah Rohul Kudus itu bukan pemikiran saya atau Lia Eden, tetapi dari Rohul Kudus. Tanda tangan yang ada dalam risalah yakni LE 2 adalah simbol dari Rohul Kudus, bukan tanda tangan Lia Eden. Bunda Lia punya tanda tangan sendiri," terang Abdul Rachman.Sidang dengan agenda tuntutan jaksa akan digelar pada Senin 14 Agustus 2006.
(nrl/)











































