Lagi-lagi Pemerintah Bantah Lelet Tangani Flu Burung

Lagi-lagi Pemerintah Bantah Lelet Tangani Flu Burung

- detikNews
Rabu, 09 Agu 2006 17:07 WIB
Jakarta - Merebaknya lagi kasus flu burung disesalkan semua pihak. Pemerintah dianggap lamban. Namun Menko Kesra Aburizal Bakrie menolak mentah-mentah tudingan itu. Ini penolakan yang kesekian kalinya.Menurut Ical di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (9/8/2006), ada dua parameter yang dijadikan landasan pemerintah tidak tinggal diam begitu saja menghadapi wabah tersebut.Pertama, pemerintah telah melakukan pemusnahan sejak 2004 sampai 28,93 juta ekor unggas. Kedua, dari sisi anggaran pemerintah telah mengeluarkan Rp 200-Rp 300 miliar di tahun 2004 dan 2005. Sementara untuk tahun 2006, pemerintah telah menyediakan anggaran sebesar Rp 600 miliar.Selain itu sejak terjadi suspect flu burung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pemerintah telah meningkatkan kompensasi penggantian unggas milik warga dari Rp 10 ribu menjadi Rp 12.500.Namun diakui Ical, sejak konvensi flu burung di Beijing, Cina, yang berkomitmen mengucurkan 500 juta dolar AS, Indonesia belum mendapatkan 1 sen pun. Hanya beberapa bantuan yang bersifat bilateral saja yang sudah dirasakan. Misalnya bantuan dari Australia. Negara itu menjanjikan bantuan 10 juta dolar Australia."Itu pun yang cair baru 290 ribu dolar Australia. Ada dari FAO, tapi sangat kecil," katanya.Ical juga meminta kepada peternak untuk sementara ini tidak beternak unggas."Jadi tidak benar (lamban). 95 Persen kami menggunakan dana sendiri untuk mempercepat prosedur. Di kemudian hari pemusnahan akan dipercepat. Setiap orang menyerahkan ayamnya dan uang akan diberikan di tempat dengan menandatangani beberapa bukti," bebernya.12 Juta Tablet TamifluDi tempat yang sama, Menkes Siti Fadillah Supari mengatakan, pemerintah kini telah menyediakan 5 juta tablet tamifir dan 2 juta tamiflu untuk mengatasi virus flu burung. Sementara 5 juta tablet tamiflu lagi kini sedang diproduksi di dalam negeri, sehingga total yang dipersiapkan 12 juta tablet.Tablet penangkal virus itu akan diberikan kepada orang-orang yang tinggal dalam radius 1 km dari unggas yang mati. (umi/)


Berita Terkait