Kemenag Ungkap Sebab Biaya Haji Jemaah RI Tetap Naik Meski di Saudi Turun

ADVERTISEMENT

Kemenag Ungkap Sebab Biaya Haji Jemaah RI Tetap Naik Meski di Saudi Turun

Matius Alfons Hutajulu - detikNews
Minggu, 22 Jan 2023 08:42 WIB
Jakarta -

Kementerian Agama (Kemenag) menjelaskan soal ongkos layanan haji jemaah RI diusulkan naik jadi Rp 69,2 juta di saat harga paket haji di Arab Saudi justru turun 30 persen daripada 2022. Kemenag menjelaskan kondisi tersebut.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief membenarkan penurunan harga paket haji yang ditetapkan Arab Saudi dari Rp 22 juta menjadi sekitar Rp 19 juta. Dia mengatakan turunnya paket layanan Haji itu terkoreksi oleh naiknya harga transportasi hingga akomodasi.

"Yang disebut layanan haji atau paket layanan haji itu layanan masyair atau di Saudi disebutnya layanan selama masyair, yaitu layanan selama jemaah tinggal di atau wukuf di Arofah kemudian ke Musdalifah, kemudian mereka mabit diminah, 4 hari itu yang disebut paket layanan haji yang tahun lalu harganya 5.656,87 riyal, atau sekitar Rp 22 juta, itu 4 hari pada masa kemarin," kata Hilman saat dihubungi, Sabtu (21/1/2023).

"Nah untuk sekarang tawaran kita kepada mereka yang sudah kita negosiasikan harga paket layanan itu jadi 4.632,87 riyal atau sekitar Rp 18,9 juta ya atau Rp 19 juta, dari Rp 22 juta turun," sambungnya.

Namun, Hilman menyebut kenaikan biaya haji yang diusulkan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas tidak terpengaruh oleh biaya layanan haji di Arab Saudi. Dia menyebut itu terpengaruh biaya transportasi hingga akomodasi jemaah haji.

"Nah komponen lain yang meningkatkan biaya itu adalah yang kita waspadai dan kita jaga justru mengenai tiket pesawat ya, kurs dollar sedang tinggi saat ini, kedua kita juga lihat jaga-jaga dengan avtur yang naik turun," katanya.

Dia mengatakan saat ini asumsi yang dipakai Kemenag adalah kurs dolar AS terkini. Dia mengatakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya.

"Saat ini asumsi yang kita pakai kan asumsi masih dengan dolar yang pesimis lah. Dolar pesimis maksudnya (kurs) dollarnya tinggi itu di Rp 15.300, ya. Sementara tahun lalu dollar Rp 14.425 gitu. Jadi berbeda ya, karena biaya haji itu dollar, gitu kan, saya kira di situ," ucapnya.

Hilman mengatakan kondisi itu membuat turunnya paket layanan haji di Arab Saudi terkoreksi dengan naiknya biaya lainnya. Menurutnya layanan haji tidak mencakup biaya-biaya seperti transportasi hingga akomodasi.

"Nah jadi meskipun layanan masyair atau layanan paket haji itu turun tapi turunnya itu masih terkoreksi dengan harga yang lain, misalnya kenaikan-kenaikan berapa riyal untuk rencana penginapan, untuk akomodasi, untuk makan, itu tidak masuk paket layanan haji. Hotel di Madinah, di Mekkah, makan, itu tidak termasuk dalam layanan haji dimaksud. Jadi layanan haji itu spesifik, gitu ya konteksnya," jelasnya.

Simak penjelasan lebih lanjut Kemenag di halaman berikutnya.

Saksikan juga Sosok minggu ini: Ronald Sjarif, Legenda Hidup di Balik Olahraga Barongsai Kong Ha Hong

[Gambas:Video 20detik]




Lebih lanjut, Hilman juga menjelaskan mengapa Menag dan jajaran akhirnya memutuskan untuk mengusulkan kenaikan biaya haji menjadi Rp 69,2 juta. Dia menyebut perhitungan yang dilakukan yakni agar jemaah lain yang berangkat di tahun mendatang bisa tetap berangkat.

"Sementara yang didebatkan saat ini lebih kepada berapa yang harus dibayar masyarakat, kan itu, nah saya berpendapat ya, di Kemenag kita diskusikan kita harus cari angka yang rasional ya terkait subsidi dari nilai manfaat itu, dulu harga segitu juga, cuma 50% dibayari oleh nilai manfaat gitu. Nah sekarang saya ingin balik itu, kenapa? Karena saya tidak ingin yang berangkat sekarang murah, nanti yang 5 tahun lagi nggak bisa berangkat, itu aja poinnya," jelasnya.

"Nanti masyarakat akan memilih, dengan DPR kita akan rasionalisasi, kita akan sesuaikan, pilihannya di situ. Kita harus adil dengan yang akan berangkat tahun-tahun berikutnya, kalau anda nanti berangkat 7 tahun mendatang, masa antrenya, sanggup nggak bayarnya nanti? Keteteran tanpa subsidi karena habis untuk saat ini karena terlalu besar pasak daripada tiang, inilah kiranya kita harus rasional," lanjut dia.

Biaya Paket Haji Saudi Turun 30 Persen

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah mengumumkan bahwa biaya paket haji tahun ini 30 persen lebih murah dibandingkan tahun 2022 lalu.

Dilansir media The Gulf, Dr Amr bin Reda Al Maddah, Wakil Kementerian Haji dan Umrah untuk Layanan Haji dan Umrah mengatakan bahwa lebih dari 90 persen paket haji ekonomi telah terjual sejauh ini.

Al Maddah menambahkan bahwa bahwa kategori domestik tersebut dibagi berdasarkan perusahaan penyedia layanan. Oleh karena itu, daya serap akan diputuskan sesuai dengan jenis layanan yang disediakan di kamp.

Awal pekan lalu, Kementerian Haji dan Umrah Saudi mengatakan bahwa jemaah haji dalam negeri kini memiliki pilihan untuk membayar paket haji mereka dalam tiga kali cicilan. Jadi tidak lagi membayar jumlah penuh di muka, seperti yang diwajibkan sebelumnya.

Untuk memesan tempat, calon jemaah harus melakukan pembayaran sebagian sebesar 20 persen dari total biaya dalam waktu 72 jam sejak pendaftaran. Angsuran kedua sebesar 40 persen harus dibayar pada 7 Juli mendatang dan 40 persen sisanya harus dibayar pada 10 Oktober mendatang.

Setiap pembayaran akan memiliki faktur terpisah, dan status haji akan "dikonfirmasi" jika pembayaran dilakukan tepat waktu. Jika pembayaran tidak diselesaikan, maka pemesanan akan dibatalkan.

Saksikan juga Sosok minggu ini: Ronald Sjarif, Legenda Hidup di Balik Olahraga Barongsai Kong Ha Hong

[Gambas:Video 20detik]



(maa/jbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT