Kementerian Ristek Padukan Info Gempa dari 7 Lembaga Riset

Kementerian Ristek Padukan Info Gempa dari 7 Lembaga Riset

- detikNews
Rabu, 09 Agu 2006 14:20 WIB
Jakarta - Masyarakat sering dibuat bingung dengan informasi gempa yang simpang siur. Karena itu Kementerian Riset dan Teknologi (Ristek) akan menyatukan informasi yang akan diumumkan pada publik."Kami akan segera mensinkronkan data dan informasi untuk menghindari perbedaan selama ini," kata Kepala Bidang Analisis Kebutuhan Iptek Kementerian Ristek, Tedy W Sudinja, di kantornya, Jl MH Thamrin, Jakarta, Rabu (9/8/2006).Tedy menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan meminta 7 lembaga riset di bawah Ristek yakni Lapan, Batan, BPPT, BPS, LIPI, Bakorsurtanal, dan BMG untuk saling bertukar informasi dan berkoordinasi data. "Sehingga selama ini yang rancu di masyarakat bisa dihindari," papar Tedy.Tedy mencontohkan, dari BMG saja setelah terjadi gempa akan terkait dengan pihak lain untuk menyebarkan informasi yang lebih luas. Tedy mengaku, upaya ini dilakukan setelah mendapat kritik dari ahli geodesi IPB Hassanudin Abidin. Menurut pakar geodesi itu, di Jepang, semua lembaga riset wajib memberikan hasil penelitiannya kepada pemerintah untuk kepastian data yang akurat."Kalau di sini kan lembaga riset saling menyimpan untuk lembaganya sendiri-sendiri, kalau sudah jadi bencana semuanya buat pernyataan masing-masing," jelas Tedy.Menurut Tedy, seharusnya pemerintah bisa belajar dari Jepang setelah bencana Kobe tahun 1995. Di sana setelah terjadi gempa langsung diundangkan peraturan mengenai kewajiban penyetoran data riset.Dia juga mengusulkan kepada pemerintah daerah untuk segera merombak tata peruntukan lahan di kawasan pesisir terutama wilayah yang berpotensi gempa. (ahm/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads