Sutiyoso Luncurkan 250 Bajaj BBG
Rabu, 09 Agu 2006 12:55 WIB
Jakarta - Polusi udara di Jakarta sudah memprihatinkan, apalagi yang berasal dari asap kendaraan. Guna mengurangi dampak negatif dari polusi udara itu, Pemprov DKI Jakarta segera mengoperasikan 250 bajaj berbahan bakar gas (BBG).Peluncuran bajaj BBG ini akan dilakukan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso di pelataran Wisma Serbaguna Gelora Bung Karno, Senayan, Rabu (9/8/2006). Peluncuran ini juga dihadiri oleh beberapa sopir bajaj.Menurut Direktur PT Abdi Rahardja, Tri Buddy Wahono -- pengimpor bajaj BBG dari India -- setelah 250 unit bajaj diluncurkan, maka akan dilakukan evaluasi untuk kemudian ditambahkan 500 unit setiap bulannya. "Setiap bulannya akan ditambah hingga mencapai 5.000 unit seperti yang diputuskan dalam SK Gubernur," jelas Tri. Nantinya, Tri akan mengganti 15 ribu bajaj di Jakarta dengan bajaj BBG. Pengemudi bajaj dapat memiliki bajaj BBG dengan cara membawa surat-surat resmi dan juga bajaj lamanya. Kemudian Dinas Perhubungan akan merekomendasikan untuk mendapat surat-surat bajaj resmi yang baru."Sistemnya replace, bajaj lama diganti dengan bajaj baru. Jadi yang tidak punya bajaj tidak bisa mengajukan," jelas Tri.Setelah ditukar, bajaj lama dihancurkan dan pemilik bajaj tidak mendapat ganti rugi. Namun pemilik dibebaskan untuk membayar uang muka bajaj baru sekitar Rp 7 juta. Selanjutnya pemilik bajaj dapat mencicil selama 5 tahun dengan bayaran Rp 1 juta per bulan."Pembeli juga bisa membayar secara cash seharga Rp 36,5 juta. Itu harga on the road-nya," papar Tri.Bajaj berbahan bakar gas ini bentuknya sama seperti dengan bajaj yang biasa muncul dalam sinetron Bajaj Bajuri. Namun yang membedakan adalah bahan bakar, warna, serta bodi bajaj. Kalau untuk bahan bakar, bajaj BBG bisa menggunakan bensin atau gas. Tinggal memutar tombol untuk memilih bensin atau gas.Bajaj berbahan bakar gas ini juga terlihat lebih lega. Di bangku belakang bisa memuat sekitar 3 penumpang dan untuk tempat duduk sopir pun terlihat lebih luas.Untuk bodi dan warna, bajaj BBG berwarna biru dengan atap hitam. Menurut sopir yang hadir, bodi bajaj baru lebih ringkih dibandingkan bajaj lama yang berbahan plat besi.
(ahm/)











































