PDAM Ajak Dinas-dinas Susur Sungai Pantau Kualitas Air di Kabupaten Bogor

ADVERTISEMENT

PDAM Ajak Dinas-dinas Susur Sungai Pantau Kualitas Air di Kabupaten Bogor

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Kamis, 19 Jan 2023 17:09 WIB
Tim SAR gabungan memasang jaring hingga menyelam untuk mencari bocah laki-laki yang hilang terbawa arus saat berenang di Sungai Ciliwung Kota Bogor. (M Sholihin/detikcom)
Foto ilustrasi sungai di Bogor. (M Sholihin/detikcom)
Jakarta -

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Perumda Air Minum Tirta Kahuripan dan Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) menggelar pertemuan membahas permasalahan lingkungan, khususnya masalah air, di Kabupaten Bogor. Mereka mengajak dinas-dinas terkait mengecek kondisi kualitas air sungai di Kabupaten Bogor, terutama terkait dampak pembuangan limbah industri.

"Perumda Air Minum Tirta Kahuripan dan KP2C akan mengajak dinas terkait melakukan susur sungai untuk melihat secara langsung keadaan vegetasi sungai dan dampak pembuangan limbah industri terhadap kualitas air sungai," kata Direktur Umum Perumda Tirta Kahuripan Abdul Somad kepada wartawan, Kamis (19/1/2023).

Hal itu dilakukan salah satunya untuk menghadapi musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Maret. Sebab, saat kemarau, kualitas air menjadi buruk.

"Terlebih lagi dalam menghadapi musim kemarau di bulan Maret nanti, kualitas air akan sangat buruk bahkan tidak dapat diolah menjadi air bersih. Sehingga yang dirugikan adalah masyarakat Kabupaten Bogor sendiri," tuturnya.

Abdul Somad juga meminta dinas terkait peduli terhadap masalah tersebut. Salah satunya dalam memberikan sanksi tegas maupun edukasi kepada pihak yang mencemari lingkungan.

"Tentunya permasalahan itu memerlukan perhatian dari dinas terkait untuk memberikan sanksi tegas dan edukasi, dengan harapan timbulnya kesadaran menjaga kelestarian sungai berarti menjaga ketersediaan air bersih untuk masyarakat Kabupaten Bogor," tuturnya.

Sementara itu, Ketua KP2C Puarman membeberkan sejumlah permasalahan sungai yang ada di Kabupaten Bogor. Pertama, rusaknya vegetasi sekitar sungai sehingga kerap banjir saat musim hujan.

"Kedua, pembuangan limbah dari ratusan home industry dan industri besar. Ketiga, sampah rumpun bambu dan sampah rumah tangga. Peran KP2C adalah memberikan peringatan dini apabila terjadi banjir di hulu sungai sebagai peringatan dini masyarakat yang tinggal di bantaran hilir sungai dan melakukan patroli susur sungai untuk mengawasi kelestarian sungai sambil memberikan edukasi kepada masyarakat agar menjadikan sungai sebagai tempat wisata susur sungai yang menguntungkan secara ekonomi maupun ekologi," imbuh Puarman.

Simak juga 'Jokowi Resmikan Sistem Penyediaan Air Minum Regional Durolis, Riau':

[Gambas:Video 20detik]



(rdh/zap)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT