Relawan Jihad Minta Pemerintah Bantu Latihan Persenjataan

Relawan Jihad Minta Pemerintah Bantu Latihan Persenjataan

- detikNews
Rabu, 09 Agu 2006 00:45 WIB
Medan - Pemerintah diminta membantu dan memfasilitasi para calon relawan ke Libanon dan Palestina. Dengan cara memberi izin atau meminjamkan senjata api dan bahan peledak untuk sarana latihan.Karena hanya kemampuan menggunakan senjata api dan bahan peledak saja yang belum dimiliki calon relawan. Sedangkan bela diri dan pelatihan fisik lainnya sudah mantap.Ketua Badan Investigasi Front Pembela Islam (FPI) Sumatera Utara, Qadirun, menyatakan dari 50 calon relawan yang akan diberangkatkan, termasuk lima yang akan berangkat pada gelombang pertama, kemampuan bela dirinya sudah mencukupi. Dari segi kesehatan dan kemampuan bahasa Arab juga tidak ada masalah. "Kalau pemerintah bersedia memberikan kesempatan bagi relawan untuk berlatih menggunakan senjata api dan bahan peledak, maka kemampuan calon relawan akan sempurna. Tetapi ini tentu sulit," kata Qadirun di Posko Pendaftaran Relawan Jihad ke Libanon dan Palestina, FPI Medan dan Sumut, di Komplek Mesjid Al Qanithin, Jl Damar 46 Medan, Selasa (8/8/2006) Menurut Qadirun, dari segi kesiapan untuk melakukan jihad, tidak ada yang perlu diragukan. Semua sudah kukuh dengan keinginan untuk berjuang, dan siap untuk syahid, atau meninggal dunia dalam keimanan. Sementara untuk keluarga calon relawan yang ditinggalkan, FPI sudah mengagendakan bentuk santunan yang berkelanjutan."Para relawan ini tidak diragukan lagi niatnya. Jika pun syahid, kita sudah membicarakan kemungkinan bentuk bantuan kepada keluarga yang ditinggalkan. Insya Allah, semuanya sudah dikoordinasikan. Sebagian calon relawan memang ada yang menitipkan keluarganya, tetapi banyak juga yang menyatakan sudah menyiapkan segala sesuatunya bagi keluarga jika memang dia tidak kembali ke Tanah Air karena syahid," paparnya.Mengenai lima relawan gelombang pertama yang akan berangkat dalam waktu dekat, Qadirun menyatakan tidak bersedia menyebutkan nama maupun tempat mereka berlatih saat ini. Alasannya untuk keamanan dan mencegah kemungkinan adanya gangguan, serta untuk memfokuskan latihan mereka. Kelima orang itu, empat di antaranya warga Kota Medan, dan satu dari Kota Tanjung Balai. Mereka berusia antara 23 hingga 46 tahun, dan dua di antaranya belum menikah. Tidak satu pun dari kelimanya yang pernah keluar negeri. Dari sisi biaya keberangkatan menuju Libanon yang mencapai Rp 20 juta, kata Qadirun, empat di antaranya akan berangkat dengan biaya sendiri. Sementara satu orang lagi, yang merupakan satu-satunya kader langsung FPI dari lima calon relawan itu, pemberangkatannya ditanggung FPI. (ary/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads