Lantik Nana Juwana Jadi KPT Jateng, Bagir Tidak Profesional

Lantik Nana Juwana Jadi KPT Jateng, Bagir Tidak Profesional

- detikNews
Rabu, 09 Agu 2006 00:08 WIB
Jakarta - Pengangkatan mantan Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Barat (Jabar) Nana Juwana menjadi Ketua PT Jawa Tengah (Jateng) menuai protes. Ketua MA Bagir Manan, yang melantik Nana pada Jumat (4/8/2006), dainggap tidak profesional."Pengangkatan ini merupakan suatu tindakan yang tidak profesional dan tidak bertanggung jawab yang dilakukan MA," ujar koalisi komisi hukum se-Jawa Tengah dalam rilis yang diterima detikcom, Selasa (8/8/2006).Hal tersebut diutarakan oleh KRHN, Komite Penyelidikan dan Pemberantasan KKN (KP2KKN) Semarang, LBH Semarang, LBH Surakarta, serta Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) Surakarta.Menurutnya, pengangkatan ini tidak didasarkan pada parameter yang jelas dan transparan. Padahal belum genap satu tahun, MA menilai Nana tidak profesional saat memutus kasus Pilkada Depok. "Apa pertimbangan MA menetapkan Nana yang kemungkinan besar tidak lagi produktif karena akan memasuki usia pensiun pada 2007," jelasnya.Pengangkatan ini, lanjutnya, akan berdampak buruk bagi jalannya peradilan di bawah PT Jateng. "Bagaimana mungkin tugas KPT berjalan maksimal, jika jabatan tersebut diberikan kepada hakim yang telah dinilai tidak profesional dan sebentar lagi pensiun," urainya.Tindakan MA ini ditengarai sebagai sebuah upaya sistematis untuk mengurangi legitimasi dan legalitas Komisi Yudisial (KY). Dan melalui pengangkatan ini pimpinan MA mempertontonkan kekuasaannya."Sebuah kekuasaan yang semaat-mata dipergunakan bagi kepentingan elit pimpinan MA danpenguatan korps hakim yang sejauh ini tidak ada yang mengontrol," jelasnya.Untuk itu koalisi LSM hukum ini mendesak agar MA segera mencabut kembali jabatan Nana Juwana yang baru ini. Dan menggantinya dengan hakim yang lebih berintegritasm berkualitas serta profesional. (ary/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini