FAO Bantu Petani Korban Gempa US$ 300 Ribu

FAO Bantu Petani Korban Gempa US$ 300 Ribu

- detikNews
Selasa, 08 Agu 2006 20:40 WIB
Yogyakarta - Untuk membantu menciptakan ketahanan pangan di kalangan petani, Food and Agricultural Organization (FAO) menyalurkan dana bantuan kepada petani korban gempa sebesar US$ 300 ribu.Hal itu diungkapkan oleh Dr Peter Reid dari Livelihood Specialist FAO Roma kepada wartawan di Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Selasa (8/8/2006)."Kami menilai, pasca gempa pada masa tanggap darurat ini, petani perlu dibangkitkan agar punya ketahanan pangan," kata Peter Reid.Menurut dia, pemberian bantuan ini dilaksanakan dengan melibatkan Dinas Pertanian setempat, Bappeda DIY, Bapenas, serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berkompeten. Fokus program yaitu untuk membangkitkan ekonomi petani yang hancur paska gempa.Sebagai langkah awal, saat ini pihaknya berusaha mencari masukan dari petani tentang kondisi sebenarnya. FAO perlu mendapatkan masukan secara langsung dari petani dan pihak terkait. "Selanjutnya mencari solusi terbaik untuk petani," ujarnya.Dia mengatakan sasaran petani yang akan mendapat bantuan terbagi menjadi tiga kelompok yaitu petani paruh waktu (punya sambilan pekerjaan lain), petani bagi hasil dan buruh tani yang tidak memiliki lahan. Solusi penciptaan ketahanan pangan ini terbagi dalam tiga tahap yaitu tahap jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.Dia menambahkan, bantuan jangka pendek ini akan diluncurkan menjelang musim hujan yaitu bulan Oktober 2006. Petani akan diberi bantuan agar bisa kembali menjalankan aktifitas bertani. Bantuan jangka pendek ini berujud bantuan sarana prasarana agar petani bisa kembali bercocok tanam.Sementara itu direktur FAO untuk Yogyakarta Ted Burke menambahkan, saat ini bantuan untuk petani pascagempa sangat sedikit dan hampir semuanya terfokus pada bidang kesehatan dan pendidikan. Padahal secara nyata kondisi petani sangat mengkhawatirkan. Banyak tanaman yang rusak akibat gempa namun belum ada pihak yang membantu."Saya wawancara dengen petani, ada yang asetnya hancur. kalaupun masih tersisa asetnya (tanaman) mereka masih shock karena gempa, tidak bisa merawat tanaman dan askhirnya rugi," jelasnya.Menurut dia dana sebesar US$ 300 ribu itu tidak mencukupi untuk menciptakan ketahanan pangan. Karena itu pihaknya berusaha menggalang dana dari berbagai pihak terutama dari negara maju.Berdasar perkiraan dari UN, dibutuhkan dana sekitar US$ 4,9 juta untuk penanganan emergency responbility cares korban gempa DIY dan Jawa Tengah. Namun untuk menciptakan ketahanan pangan diperkirakan menghabiskan dana US$ 10 juta. (ary/)


Berita Terkait