Kisah Aisah yang akan Ditinggal Suaminya ke Libanon

Kisah Aisah yang akan Ditinggal Suaminya ke Libanon

- detikNews
Selasa, 08 Agu 2006 17:36 WIB
Kisah Aisah yang akan Ditinggal Suaminya ke Libanon
Jakarta - Aisah (24) mengikhlaskan rencana kepergian suaminya untuk berjihad ke Libanon. Aisah yang sedang memiliki anak berusia 5 tahun ini juga ikhlas bila suaminya nanti mati syahid di medan perang. Suami Aisah merupakan salah satu dari 30 laskar Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) yang akan berangkat ke Libanon dalam waktu dekat. Bersama para laskar lainnya, suami Aisah saat ini digembleng di markas MMI DKI Jakarta, di Jl. Pahlawan nomor 2, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Selasa (8/8/2006), Aisah yang mengenakan baju muslimah, berjilbab, dan bercadar serba hitam ini sedang menunggu suaminya tercintanya saat mengikuti seleksi di markas MMI. Aisah sangat mendukung perjuangan suaminya untuk bisa berangkat ke Libanon. "Insya Allah kita semua ikhlas, walaupun nanti takdir suami saya (mati) syahid, saya sudah ikhlas. Saya tidak ada persiapan. Kita akan mencoba mengerti dan memahami dari ilmu yang dipelajari, serta akan kita tanamkan kepada anak, baik Ke diri saya maupun suami," ujar Aisah. Aisah menuturkan dirinya sudah memberikan pengertian kepada anak semata wayangnya yang berusia 5 tahun, agar mengerti kepergian ayahnya ke medan jihad merupakan amanat Allah. "Kalau abi (ayah-Red) pergi jihad, pergi untuk syahid, pergi untuk agama Allah, untuk pergi membela nama Allah, insya Allah jika Abi mati syahid akan masuk surga," tukas Aisah dengan mata memerah.Sementara itu dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Aisah mengaku bekerja sebagai guru di sebuah Taman Kanak-kanak di wilayah Pejompongan. "Mungkin secara materi bisa dibilang cukup ya tidak sepenuhnya cukup, tapi saya percaya Allah akan memberi rezekinya pada umat-umat yang beriman serta dicukupkan nikmatnya," tandas dia. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads