Tak Hanya Diperas Asing, TKI Juga Diperas Bangsa Sendiri
Selasa, 08 Agu 2006 17:32 WIB
Jakarta - Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sering dijadikan anak tiri pemerintah. Bahkan, tak jarang mereka justru diperas. Padahal para pekerja ini sering mendatangkan devisa bagi negara."TKI kita bukan hanya diperas bangsa asing tapi juga diperas bangsanya sendiri. Seharusnya para pejabat mau mengkoreksi diri biar hal ini tidak terjadi," kata Ketua Front Perjuangan Rakyat, Nurhidayat Assegaf, di Hotel Sofyan Cikini, Jakarta, Selasa (8/8/2006).Hal itu diungkapkan Hidayat dalam acara Forum Konsultasi Kerja Lembaga Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (LPTKI) dengan tema "Membangun paradigma baru ketenagakerjaan melalui peran dan akuntabilitas masyarakat".Nurhidayat menambahkan, saat ini banyak juga kalangan LSM-LSM dan pemerintah yang mengambil keuntungan dari TKI.Sementara itu, Direktur Perlindungan dan Advokasi Ditjen PPTKLN Departemen Tenaga Kerja (Depnaker), Mardjono, mengungkapkan, yang masih menjadi kendala bagi tenaga kerja Indonesia adalah persoalan komunikasi."Banyak dari TKI kita yang kurang menguasai bahasa asing. Ini karena terjadi ketimpangan, sekitar 95,48 persen TKI kita lulusan SMU ke bawah," jelas Mardjono.Sehingga, lanjut Mardjono, banyak dari TKI kita yang tidak memiliki bergaining atau posisi tawar yang cukup dengan majikan. "Sehingga mereka sering ditindas. Paling kelebihan kita hanya ulet dan sabar," tambah Mardjono.
(ahm/)











































