Ratusan Petani Way Kanan Goyang Istana 9 Agustus

Ratusan Petani Way Kanan Goyang Istana 9 Agustus

- detikNews
Selasa, 08 Agu 2006 16:19 WIB
Jakarta - Ribuan petani kelapa sawit dari Way Kanan dijebak utang oleh PT Bangun Nusa Indah Lampung (BNIL). 400 Perwakilan mereka yang berjalan kaki ke Jakarta akan mengadukan nasibnya ke Istana Merdeka 9 Agustus.Petani ini merupakan transmigran asal Jakarta dari 8 desa di Kecamatan Pakuan Ratu dan 3 desa di Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, Lampung.Mereka telah berjalan kaki dari kampungnya sejak 6 Agustus lalu dan tiba di pelabuhan Merak, Selasa 8 Agustus.Polres Cilegon yang iba dengan mereka lalu mengantar rombongan ini ke Masjid Istiqlal, Jakarta, dengan bus.Ditemui di Masjid Iatiqlal, perwakilan petani, Muhajir, menuturkan, derita mereka diawali pada tahun 1996. Saat itu PT BNIL menawarkan kerjasama pengolahan kelapa sawit dan berhasil mengumpulkan 90 ribu hektar tanah milik warga. Warga dijanjikan pembagian 70 persen dan sisanya untuk perusahaan."Kami sampai sekarang tidak pernah diberikan 70 persen hak kami," ujar Muhajir geram.PT BNIL malah memberikan pinjaman sekitar Rp 100 ribu per hektar setiap 3 bulan. Akibatnya utang petani terus menggelembung mencapai rata-rata Rp 16,8 juta per hektar saat ini."Seluruh sertifikat tanah kami diagunkan PT BNIL dan tidak bisa kami minta kembali," ungkapnya.Muhajir menambahkan, KUD Karya Makmur yang mewadahi petani telah dikendalikan PT BNIL. Bahkan reaksi Pemkab Way Kanan sampai Pemprov Lampung juga negatif. "Tidak ada yang memihak kami, makanya kami ke Jakarta untuk mengadu ke SBY," katanya.Namun tidak mudah pergi ke Jakarta. Petani diteror dan diintimidasi preman dan oknum pemerintahan untuk membatalkan niatnya."Banyak yang mau ikut ke Jakarta tapi ditakut-takuti dan didatangi preman malam-malam," ungkap Muhajir.Para petani rencananya akan menggelar aksi di Istana Merdeka pada Rabu 9 Agustus, pukul 09.00 WIB. Saat ini mereka melepas lelah di halaman Masjid Istiqlal dan berniat bermalam di masjid tersebut. (umi/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait