KM Rezeki Bersama Karam di Sibolga, 2 ABK Hilang

KM Rezeki Bersama Karam di Sibolga, 2 ABK Hilang

- detikNews
Selasa, 08 Agu 2006 11:41 WIB
Medan - Sebuah kapal lagi-lagi tenggelam di Perairan Sibolga, Sumatera Utara. Kapal Motor (KM) Rezeki Bersama yang berangkat menuju Nias, tenggelam dihantam ombak setinggi lima meter. Sebanyak 16 Anak Buah Kapal (ABK) dan penumpang berhasil diselamatkan. Sedangkan dua ABK lainnya dinyatakan hilang. "Sampai saat ini, kami masih terus melakukan pencarian terhadap dua yang masih hilang. Saat ini kapal belum dievakuasi. Kami telah mengerahkan empat kapal barang dan satu unit kapal patroli untuk melakukan evakuasi," kata Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Sibolga Letnan Kolonel (P) Jaka Santosa kepada wartawan yang menghubunginya dari Medan, Selasa (8/8/2006). Jaka Santosa menyebutkan, KM Rezeki Bersama yang berbobot 102 Gross Ton, berangkat dari Pelabuhan Sambas Sibolga, menuju Pelabuhan Labuan Angin, Gunung Sitoli, Kabupaten Nias, di Pulau Nias, pada Senin (7/8/2006). Kapal barang itu membawa 200 ton batu kerikil yang dipaket dalam 6.050 karung plastik. Selain 11 ABK, kapal juga membawa 7 penumpang. Namun sekitar pukul 16.00 WIB, angin kencang yang menyebabkan ombak tinggi sekitar lima meter menghantam saat kapal melintas di sekitar perairan Pulau Telo. Kapal mengalami kebocoran di bagian haluan kapal. Air laut masuk ke kamar mesin, sehingga mesin pun mati. "Akibatnya, masin pompa untuk mengeluarkan air dari kapal tak berfungsi. Dengan kondisi badai dan semakin banyaknya air masuk, akhirnya kapal tenggelam," kata Jaka Santosa. Dalam kejadian itu, 16 awak dan penumpang kapal berhasil diselamatkan oleh kapal lain yang kebetulan melintas dan dievakuasi ke Pulau Telo, Nias. Sementara dua yang masih hilang merupakan ABK..Diperkirakan kapal tersebut tenggelam ke dasar laut di kedalaman sekitar 22 meter, pada pada koordinat 00.14.39 lintang utara (LU) dan 098.16.40 bujur timur (BT). Ganasnya perairan Sibolga-Nias kerap kali menyebabkan kapal tenggelam. Dalam kejadian terakhir, pada 21 Juni 2006 KM Surya Makmur Indah yang membawa 134 penumpang dan anak buah kapal. Korban yang berhasil diselamatkan sebanyak 96 orang, 16 korban tewas dan 22 lainnya dinyatakan hilang. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads