Tol Porong-Gempol Ditutup, Lalu Lintas Macet

Tol Porong-Gempol Ditutup, Lalu Lintas Macet

- detikNews
Selasa, 08 Agu 2006 11:27 WIB
Sidoarjo - Tol Porong-Gempol ditutup karena lumpur Lapindo masih menyembur. Akibat penutupan tol ini, lalu lintas kendaraan di bundaran Gempol, Sidoarjo, macet total. Belum diketahui kapan Tol Porong-Gempol akan dibuka kembali. Pemantauan detikcom, Selasa (8/8/2006), pukul 11.00 WIB, kemacetan lalu lintas kendaraan terjadi di jalur reguler Porong-Gempol dan sebaliknya. Yang paling parah terjadi di bundaran Gempol karena ini merupakan pertigaan jalan menuju Malang, Banyuwangi, dan Surabaya. Penutupan tol ini hanya pada jalur Porong-Gempol yang berjarak sekitar 5 km. Penutupan tol yang dimulai pukul 00.00 WIB ini dilakukan untuk menghindari korban, karena hingga sekarang lumpur Lapindo masih terus menyembur. Tanggul untuk mengamankan tol dari serbuan lumpur juga terus ditinggikan. Akibat penutupan tol ini, kendaraan yang berasal dari arah Surabaya menuju Gempol harus keluar di pintu tol Porong dan kemudian melanjutkan ke jalan biasa. Karena jumlah kendaraan yang cukup banyak, maka kemacetan pun tak terhindarkan. Kepala Cabang Jasa Marga Cabang Surabaya-Gempol, Bachriansyah, saat dihubungi detikcom mengaku belum bisa memastikan kapan tol Porong-Gempol akan dibuka kembali. Pihaknya masih menunggu penelitian yang dilakukan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya terhadap kekuatan tanggul yang berada di pinggir tol. Menurut dia, penutupan tol ini demi kepentingan semua pihak. "Ini semua demi keamanan pemakai jalan. Karena, harus diakui kita tidak tahu kekuatan tanggul itu. Karena sebelumnya pembangunan tanggul ini tidak memenuhi kaidah teknis, karena tanggul asal ditinggikan agar tidak meluap ke tol," ujar dia. Rencananya, tim ITS akan meneliti dua hal, yaitu kekuatan dasar tanggul dan kekuatan tanggul dalam membendung lumpur. "Sejauh mana kekuatan tanggul membendung lumpur. Karena selama ini Jasa Marga maupun Lapindo tidak menduga lumpur akan terus menyembur," kata dia. Padahal saat ini ketinggian tanggul sudah mencapai 7 meter. "Dulu, asumsi kita, ketinggian tanggul 7 meter akan terjadi pada Oktober. Ini baru awal Agustus kok sudah setinggi 7 meter," ujar dia. (asy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait