Jurus Pemkot Surabaya Genjot Indeks Pembangunan Manusia di 2023

ADVERTISEMENT

Jurus Pemkot Surabaya Genjot Indeks Pembangunan Manusia di 2023

Sukma Nur Fitriana - detikNews
Senin, 16 Jan 2023 14:19 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (Foto: Dok. Pemkot Surabaya)
Jakarta -

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersiap menapaki tahun 2023 dengan berbagai terobosan dan inovasi. Dengan kekuatan APBD 2023 sebesar Rp 11,36 triliun, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama memastikan akan bekerja keras bersama demi meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya Febrina Kusumawati, target yang sangat luas itu sesuai dengan tema APBD Surabaya 2023, yaitu 'Penguatan Sumber Daya Manusia, Pemenuhan Kebutuhan Dasar serta Transformasi Ekonomi yang Inklusif Menuju Kota Surabaya Yang Humanis dan Berkelanjutan'. Tujuan akhir dari tema ini adalah IPM meningkat, ekonomi tumbuh, pengangguran terbuka dan angka kemiskinan turun.

"Nah, IPM ini terdiri dari tiga dimensi dasar. Pertama, umur panjang dan hidup sehat atau bidang kesehatan. Kedua, pengetahuan atau bidang pendidikan. Ketiga, standar hidup layak atau bidang ekonomi. Jadi, arah kebijakan pembangunan Surabaya di tahun 2023 nanti akan mengarah kepada tiga bidang itu," kata Febri dalam keterangan tertulis, Senin (16/1/2023).

Selain dalam bidang perekonomian, Febri mengungkapkan Pemkot Surabaya juga berbenah dalam bidang kesehatan. Pemkot akan terus berupaya menekan angka stunting dan mencegah timbulnya angka stunting baru.

"Meskipun angka kasus stunting terus menurun, namun penanganannya akan lebih masif kedepannya, kita sudah siapkan sejumlah intervensi dari hulu hingga hilir," tegas Febri.

Selanjutnya, Pemkot Surabaya juga memprioritaskan pembangunan rumah sakit baru di Surabaya Timur. Pembangunannya akan dimulai tahun ini dan akan dilanjutkan pada tahun depan, karena skema multiyears.

"Di bidang kesehatan, pemkot juga menargetkan tahun ini semua kelurahan berstatus Open Defecation Free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan, makanya tahun ini kita rencanakan ada 8 ribu titik pembuatan jamban," ungkap Febri.

Dalam bidang pendidikan, Pemkot Surabaya akan terus memberikan beasiswa bagi penghafal kitab suci, beasiswa pemuda tangguh yang terdiri dari beasiswa SMA/SMK sederajat dan juga mahasiswa. Bahkan, tahun ini beasiswa untuk SMA/SMK sederajat itu kuotanya ditambah untuk memfasilitasi lebih banyak lagi pelajar Surabaya yang mendapatkan beasiswa dan yang paling penting tidak putus sekolah.

"Fasilitas bimbel gratis di balai RW akan terus digalakkan dan juga pemberian bantuan seragam kepada siswa juga akan terus dilanjutkan," katanya.

Dalam bidang ekonomi, Pemkot Surabaya akan terus memasifkan program padat karya di aset-aset pemkot yang tersebar di semua kecamatan. Bahkan, belanja APBD Surabaya untuk sektor UMKM dan produk dalam negeri (PDN) tahun 2023 direncanakan sebesar Rp 3 triliun, sehingga semua hal yang ada di Pemkot Surabaya bisa dikerjakan oleh UMKM.

"Banyak hal yang akan kami lakukan di tahun 2023 untuk memanfaatkan dan memaksimalkan dana Rp 3 triliun untuk UMKM itu. Semoga warga juga bisa memanfaatkan peluang besar ini, tentunya nanti akan ada peningkatan kompetensi tenaga kerja supaya sesuai dengan kualifikasi dan ketentuannya," imbuh Febri.

Selain itu, kata Febri, pemkot juga akan terus melakukan penataan dan pengembangakan destinasi wisata baru di Kota Surabaya. Di setiap destinasi wisata baru itu, pemkot akan melibatkan UMKM dan pengelolaannya akan diserahkan kepada warga kurang mampu.

"Melalui berbagai cara ini, maka diharapkan banyak tenaga kerja yang terserap dan perekonomian Surabaya bisa terus bangkit," tegasnya.

Febri yakin jika semua rencana ini berjalan sesuai rencana, maka pertumbuhan ekonomi Surabaya akan terus merangkak naik, begitu pun dengan IPM. Sedangkan ia juga meyakini angka pengangguran terbuka akan turun dan persentase penduduk miskin juga akan berkurang.

"Tentu kita tidak bisa bekerja sendirian, butuh kerjasama dan sinergi dari semua pihak dan semua elemen masyarakat. Mari menatap Surabaya ke depan, sinergi kuat untuk Surabaya hebat," pungkasnya.

(akd/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT