Masyarakat Harus Hati-Hati Soal Konflik Timur Tengah
Selasa, 08 Agu 2006 02:54 WIB
Jakarta - Aksi militer Israel ke Lebanon menyusul ditangkapnya 2 tentara Israel oleh Pejuang Hizbullah mengakibatkan jatuhnya banyak korban. Terutama warga sipil. Pemerintah Indonesia pun berencana mengirim pasukan perdamaian ke Timur Tengah.Mantan Presiden Abdurrahman Wahid pun meminta masyarakat tidak terpengaruh dengan memanasnya konflik di Timur Tengah itu."Kita tidak usah terpengaruh yang begitu-begitu. Kita harus hati-hati sekali. Malah kita ini demonya tidak karuan," kata pria yang akrab disapa Gus Dur ini di Wahid Institute, Jl Taman Amir Hamzah, Jakarta, Senin (7/8/2006).Menurutnya pemerintah bisa melihat perspektif jangka panjang dalam menanggulangi hal ini. Israel dan Amerika Serikat tidak bisa dijadikan satu model kerjasama, karena keduanya mempunyai kepentingan yang berbeda."Israel dan AS tidak bisa kita jadikan satu model. Memang kerjasamanya rapi. Teman ya teman, tapi ternyata ada beda kepentingan. Sepertiga politisi AS itu orang Yahudi, ini harus kita ketahui. Kenyataan itu yang membuat kita harus melihat perspektif jangka panjang," papar Gus Dur.Ditambahkan dia, diperlukan suara Islam yang moderat untuk menangani kejadian tersebut. Namun menurutnya pencarian Islam yang moderat mempunyai tingkat kesulitan yang cukup tinggi, karena Islam yang moderat adalah mayoritas Islam yang bisu (tidak berargumen)."Mencari suara Islam yang moderat itu sulit. Moderat itu mayoritas bisu. Jadi ya susah," tandasnya.
(nvt/)











































