Buntut Isu SARA, Mahasiswa Makassar Lakukan Sweeping
Senin, 07 Agu 2006 18:44 WIB
Jakarta - Isu SARA yang berkembang di Makassar berbuntut panjang. Mahasiswa 2 universitas yakni Universitas Muhammadiyah Makassar dan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin melakukan aksi sweeping.Aksi sweeping dilakukan sekitar 20 mahasiswa di depan kampus mereka, pukul 18.00 Wita, Jl Sultan Alauddin, Makassar, Senin (7/8/2006). Para mahasiswa ini mencegati setiap kendaraan yang melintas di depan kampus.Dalam aksi ini seorang pria yang sempat melintas terkena sweeping. Dia diminta para mahasiswa untuk mengucapkan sumpah mengutuk isu pemerkosaan itu. Pria itu dibawa ke panggung kecil kemudian didaulat mengatakan 'Saya mengutuk aksi pemerkosaan itu'.Para mahasiswa ini juga menuntut agar 5 temannya yang ditahan di Mapolwitabes Makassar akibat pelemparan di Jl Sangir dibebaskan polisi. Kelima mahasiswa itu yakni Abdul Rahman, Saharuddin, Yunus, Abdul Gafur, dan Sahrudin.Sementara di UIN Alauddin yang berjarak 200-an meter dari para mahasiswa UM Makassar, mahasiswa tidak menemukan 'korban' sweeping. Dalam melakukan aksinya para mahasiswa juga sempat membakar ban.Isu PerkosaanBerdasarkan data yang dihimpun detikcom, pada Jumat 4 Agustus 2006 seorang pembantu E (20) dikabarkan diperkosa majikannya yang bernama Ch alias As (38). Kemudian istri Ch yakni F, melaporkan suaminya ke Mapolwitabes Makassar.Akhirnya pada Minggu 6 Agustus, Ch menyerahkan diri ke polisi. Hingga saat ini tersangka ditahan di Mapolwitabes Makassar, di Jl Ahmad Yani. Sementara korban E masih dirawat di RS Bhayangkara. Belum ada keterangan resmi atas kasus ini dari pihak keamanan.Kondisi di Jl Sangir yang sebelumnya dipenuhi massa, kini berangsur-angsur normal meski beberapa kelompok massa masih terlihat bergerombol.
(ndr/)











































