Biaya Kuliah di Undip: Reguler Murah, Jalur Khusus Selangit!
Senin, 07 Agu 2006 17:32 WIB
Semarang - Di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, biaya kuliah reguler terhitung murah, tapi jangan tanya soal biaya untuk jalur khusus. Totalnya bisa puluhan atau ratusan juta rupiah juga. Wah... Untung saja, mahasiswa yang diterima jalur khusus jumlahnya sedikit. Per tahun, hanya 50-an orang yang diterima lewat jalur ini. Meski membayar mahal, mereka tetap diseleksi laiknya mahasiswa reguler. "Untuk jalur khusus, biaya tiap jurusan beda. ISIP itu Rp 12 juta, Ekonomi Rp 30 juta, dan yang paling mahal adalah kedokteran, bisa sampai Rp 100 juta. Itu kan dana sumbangan, besarnya ya bervariasi," aku Humas Undip Semarang Adi Nugroho kepada detikcom melalui ponselnya, Senin (7/8/2006). Adi menegaskan, pihaknya sengaja menerima mahasiswa dari jalur khusus untuk menyubsidi mahasiswa reguler. Sebab, biaya kuliah jalur reguler terhitung sangat murah. Dari daftar yang disebar civitas Undip, untuk seluruh jurusan jalur reguler biaya SPP rata-rata Rp 800 ribu per semester, biaya praktikum antara Rp 125 ribu - Rp 400 ribu, dan biaya SPI (Sumbangan Pembangunan Institusi) Rp 2,250 juta. Dana subsidi mahasiswa reguler juga diambilkan dari jalur ekstensi. Menurut Adi, biaya untuk jalur ini lebih mahal dibanding reguler. "Dananya ya untuk subsidi mahasiswa reguler juga," imbuh Dosen Komunikasi FISIP ini. Untuk SPP jalur ekstensi, Undip memasang tarif Rp 750 ribu-Rp 1,5 juta. Sedangkan untuk biaya praktikum dan SPI, tarifnya antara Rp 125 ribu - Rp 400 ribu dan Rp 1,5 juta - Rp5 juta. Untuk tahun ini, Undip menerima sekitar 3.330 mahasiswa baru dari jalur reguler dan 888 dari jalur PSSB (Program Seleksi Siswa Berprestasi). Dari 888 mahasiswa baru jalur PSSB, hanya 850 orang yang kembali mendaftar. "Prioritas kita tetap mahasiswa umum. Karena itu, perbandingan mahasiswa yang diterima dari jalur reguler jumlahnya jauh lebih banyak dibanding mahasiswa dari jalur khusus," demikian Adi Nugroho.
(asy/)