Status Merapi Diturunkan Menjadi 'Waspada'
Senin, 07 Agu 2006 17:01 WIB
Yogyakarta - Aktivitas Gunung Merapi semakin turun. Mulai Senin (7/8/2006), status gunung yang ada di perbatasan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah itu diturunkan lagi dari 'siaga' menjadi 'waspada'.Hal itu disampaikan Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Dr A. Ratdomo Purbo di kantor Jl Cendana Yogyakarta Senin (7/8/2006). "Pertimbangan kami menurunkan status, karena sejak tiga minggu terakhir ini aktivitas Merapi cenderung menurun tajam dan tidak lagi mengeluarkan awan panas," kata dia. Dia menyatakan Merapi diturunkan dari 'awas' menjadi 'siaga' pada hari Rabu 12 Juli 2006. Mulai hari ini Senin 7 Agustus terhitung sejak pukul 10.00, merapi diturunkan dari 'siaga' menjadi 'waspada.'Meski demikian, kata Purbo, pihaknya masih tetap meminta warga yang berada di sisi selatan Gunung Merapi yang berada di aliran sungai Gendol untuk tetap waspada. Hingga dalam radius 6 kilometer yang berdekatan dengan jalur Sungai Gendol, pihaknya merekomendasikan agar tidak dijadikan hunian tetap oleh warga.Dia mengatakan BPPTK menurunkan status Merapi menjadi 'waspada' dengan pertimbangan selama tiga minggu terakhir Merapi tidak lagi mengeluarkan awan panas. Kedua, data kegempaan dan guguran lava terus mengalami penurunan. Ketiga, emisi gas SO2 atau sulfatara dari puncak Merapi juga mengalami penurunan. "Ini mengindikasikan bila suplai magma di dalam perut Merapi juga menurun. Awan panas juga sudah tak keluar lagi. Sedang catatan seismograf juga menunjukkan banyak terjadi penurunan baik gempa tektonik, gempa fase banyak maupun luncuran lava pijar," katanya.
(asy/)











































