Karena Hadiah Menggiurkan, Dulmatin Sering Dikabarkan Tewas

Karena Hadiah Menggiurkan, Dulmatin Sering Dikabarkan Tewas

- detikNews
Senin, 07 Agu 2006 16:19 WIB
Jakarta - Polri menegaskan kembali bahwa buronan bom Bali I, Umar Patek dan Dulmatin, masih hidup. Imbalan yang besar membuat kedua tersangka ini sering dikabarkan tewas."Karena ada hadiah yang menggiurkan, info itu sering dipublikasikan, sehingga sering membuat harap-harap cemas," kata anggota Satgas Anti Teror 88 Kombes Pol Petrus Goloce, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (7/8/2006).Dijelaskan Goloce, Polri telah mendapatkan kepastian perihal informasi ini dari satuan anti teror Filipina pimpinan Kolonel Ricardo yang membantah berita tewasnya 2 buronan itu."Tidak dibenarkan, tapi yang tewas itu kelompok Abu Sayyaf," imbuh dia.Goloce memastikan, kedua buron itu masih berada di Filipina. "Tidak di Indonesia, tapi di Southern Mindanao," tandasnya.Pemerintah AS menawarkan hadiah US $ 10 juta atau setara Rp 95 miliar bagi yang berhasil menangkap Dulmatin. Sedang Umar Patek dihargai US $ 1 juta dolar AS atau Rp 9,5 miliar. Pada 4 Agustus 2006 beredar informasi kedua buron itu tewas bersama kelompok Abu Sayyaf dalam sebuah serangan militer di Filipina Selatan. Setahun sebelumnya, kedua tersangka bom Bali itu juga telah dikabarkan tewas, juga di Filipina. (ndr/)


Berita Terkait