Dewan Pers Ikut PBNU Haramkan Infotainmen

- detikNews
Senin, 07 Agu 2006 16:02 WIB
Jakarta - Dewan Pers sependapat dengan wacana yang dikeluarkan oleh PBNU yang mengharamkan infotainmen. Sebab banyak sekali infotainmen yang hanya berisi gunjingan, gosip, dan berita sampah."Justru yang seperti itu diperbanyak karena ratingnya lumayan tinggi. Kita sependapat dengan apa yang dilakukan NU karena dalam UU Pers versi kita, informasi itu harus bermakna mencerahkan. Seandainya hiburan, harus menambahkan kualitas kehidupan. Nah, infotainmen yang sekarang beredar tidak sejalan dengan UU Pers ini," kata anggota Dewan Pers, Leo Batubara.Leo mengungkapkan hal itu kepada detikcom usai rapat internal Dewan Pers yang salah satu agendanya membahas masalah infotainmen di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (7/8/2006).Namun dia mendukung beberapa infotainmen yang justru membuktikan perselingkuhan ataupun gosip-gosip yang beredar. "Itu bagian dari kontrol sosial. Gunjingan yang berdasar dan diamanatkan UU Pers jika ada infotainmen yang membuktikan benar, maka itu perlu," ujarnya.Misalnya soal kasus perkawinan Bambang Tri dengan Mayangsari. Dengan kehadiran Infotainmen gosip itu menjadi fakta atau kebenaran.Disinggung kemungkinan adanya kelompok masyarakat yang mengadukan masalah infotainmen ini ke Dewan Pers, Leo mempersilakan karena Dewan Pers memiliki kewenangan untuk menegur. Namun sejauh ini belum ada kelompok masyarakat yang mengadu kepada pihaknya. "Melek media di kalangan masyarakat masih rendah, jadi yang laporan sedikit. Kami sudah memberikan advokasi, sosialisasi dan pencerahan," ujar dia.

(san/)