Tapol Dihina, Mahasiswa Papua di Makassar Protes
Senin, 07 Agu 2006 15:42 WIB
Makassar - Mahasiswa asal Papua di Makassar mendatangi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sari, Jl Sultan Alauddin, Makassar, Senin (07/08/2006). Mereka protes atas penghinaan yang dilakukan oknum petugas Lapas terhadap salah seorang tahanan politik (tapol) asal Papua. Para mahasiswa ini mendatangi Lapas Gunung Sari sekitar pukul 10.30 Wita. Mereka lalu brgerombol di halaman Lapas, dan melakukan orasi. Kedatangan para pengunjuk rasa yang berjumlah 30 orang ini, sebagai bentuk protes atas sikap salah seorang oknum petugas Lapas yang melakukan penghinaan terhadap salah seorang tapol asal Papua. "Bukan hanya tapol, tetapi umpatan itu melukai semua warga Papua," tutur Buktar, kordinator lapangan. Menurut Buktar, kejadian ini terjadi pada tanggal 21 Juli lalu. Salah seorang tapol asal Papua yang mendekam di Lapas Gunug Sari, membeli rokok di Koperasi Lapas. Salah seorang petugas, tiba-iba mengumpatnya. "Petugas itu bilang "monyet, kamu kaya ya," ujar Buktar. Tak terima diumpat, tapol itu lalu mengadu ke sejumah mahasiswa asal Papua lewat SMS. Sekitar 30 menit berorasi, para mahasiswa lalu diizinkan untuk bertemu dengan Kepala Lapas Gunung Sari, Kusnin. Kusnin berjanji untuk menindak oknum yang telah melakukan penghinaan tersebut. Para mahasiswa lalu membubarkan diri sekitar pukul 12.00 Wita. Sekadar diketahui, di Lapas Gunung Sari, ada sebanyak 9 orang tapol asal Papua yang mendekam di tempat ini. Mereka dipindahkan dari Lapas Papua ke Lapas Gunug Sari sejak tahun 2004 lalu. Hingga kini para tapol ini telah mendekam sekitar 3 tahun di Lapas Gunung Sari. Dari 9 tapol ini, sebagian terlibat kasus pembobolan gudang senjata di Papua, dan sebagian lainnya lagi dianggap melakukan makar karena terkait dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM).
(asy/)











































