Polda Metro Bekuk Paedofil Asal Australia

Polda Metro Bekuk Paedofil Asal Australia

- detikNews
Senin, 07 Agu 2006 14:08 WIB
Jakarta - Seorang warga Australia, Pieter, diduga telah melakukan kejahatan seksual (paedofilia) terhadap 11 anak berumur 13-16 tahun. Pieter kini meringkuk di ruang tahanan Polda Metro Jaya.Polisi berhasil membekuk Pieter di rumahnya, Jalan Tebet Timur, Jakarta Selatan, Sabtu 5 Agustus lalu.Pieter diduga melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak jalanan yang biasa mangkal di rumah singgah Jakarta Center for Street Children di Percetakan Negara 11."Barang-barangnya berupa komputer dan handycam juga diangkut polisi," kata Andri Cahyadi, Dewan Pendiri Jakarta Center for Street Children di RSCM, Salemba, Jakarta, Senin (7/8/2006).Andri ke RSCM untuk mendampingi beberapa anak yang akan divisum di rumah sakit tersebut.Dalam aksinya, ungkap Andri, Pieter selalu menjanjikan anak-anak tersebut pekerjaan di rumahnya di Tebet Timur. Namun anak-anak tersebut malah disuruhnya melakukan onani dan direkam dengan handycam-nya."Pieter menyuruh orang suruhan untuk menjemput anak-anak di rumah singgah," kat dia.Anak-anak itu diberi uang Rp 35 ribu sampai Rp 100 ribu. Namun jika Pieter menyukai anak tersebut, mereka bisa disewakan kos-kosan, diberi televisi dan uang setiap bulannya. Namun ia tidak memastikan apakah dari 11 anak itu ada yang pernah disodomi Pieter atau tidak."Mereka masih tertutup karena malu," ujar Andri yang menduga hasil video yang direkam itu dijual lewat internet untuk mencari uang.Andri juga menduga aksi yang dilakukan Pieter sudah berjalan sekitar 3 tahun. "Namun anak-anak ini kalau ditanya tidak pernah mau cerita. Baru setelah kejadian ini saja mereka mau sedikit-sedikt cerita, dan ternyata mereka telah mengenal Pieter sejak lama," bebernya.Ulah Pieter terbongkar berkat Pian dan Dani, dua anak jalanan yang semula akan dijadikan korban baru Pieter. Pada 2 Agustus lalu, pesuruh Pieter yang juga bernama Andri menemui kedua anak tersebut.Keduanya ditawari kerja di rumah Pieter untuk menyapu dan mengepel lantai. Mereka dijanjikan akan menerima upah Rp 50 ribu per hari.Pian dan Dani lalu menuju rumah Pieter dengan motor yang dikendarai Andri. Ketika baru sampai, keduanya disuruh mandi. Namun Pian dan Dani curiga ketika mereka tidak disuruh kerja tapi malah disuruh ke kamar Pieter.Kecurigaan mereka makin besar ketika Andri menanyakan kepada Pieter apakah Pieter ingin kedua anak itu dalam waktu yang bersamaan atau satu per satu. Belum sempat Pieter menjalankan aksinya, mereka minta izin ke kamar kecil. Saat itulah keduanya langsung kabur. Malamnya sekitar pukul 22.00 WIB, mereka melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Polisi baru berhasil membekuk Pieter pada 5 Agustus. (umi/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads