Ditabrak Australia, Indonesia akan Lenyap dari Peta Bumi
Senin, 07 Agu 2006 11:55 WIB
Denpasar - Pergerakan sembilan lempeng bumi terus berlangsung. Akibatnya, Indonesia yang berada pada lempeng Euroasia akan lenyap dari peta Bumi karena ditabrak oleh benua Australia yang berada pada lempeng lempeng Indoaustralia. Tapi jangan khawatir, ini diperkirakan terjadi puluhan juta tahun mendatang. "Lempeng IndoAustralia dari selatan menyusup ke bawah lempeng EuroAsia yang berada di utara. Tiap tahun penyusupan lempeng ini mencapai 6-9 cm. Indonesia akan ditabrak benua Australia dengan mendorongnya ke atas melalui penyusupan lempeng itu," kata Daryono, peneliti dari Balai Besar Meteorologi dan Geofisika (BMG) Wilayah II Denpasar kepada detikcom di kantornya, Jl. Raya Tuban, Kuta, Senin (7/08/2006). Secara ilmiah, kejadian ini disebut 'Elastik Rebound Theory' atau istilah awamnya 'pelentingan' akibat tekanan gesekan yang semakin kuat. Penyusupan terjadi karena lempeng Indoaustralia lebih tinggi masa jenisnya, sehingga bergerak ke bawah mendesak lempeng EuroAsia ke atas. Wilayah Indonesia, seperti pulau Bali, NTT, NTB, pulau Jawa dan pulau Sumatera hanya berjarak 200 km dari pertemuan kedua lempeng itu. Diperkirakan dalam 50 juta tahun mendatang, kepulauan yang ada di wilayah Indonesia akan hancur berkeping-keping karena didorong terus oleh benua Australia. Lempeng tersebut memiliki ketebalan 100 km. Aktivitas lempeng ini sangat potensial mengakibatkan gempa tektonik akibat pergesekan terus menerus, yang saat intensitasnya tinggi akan menimbulkan gempa tektonik dan tsunami. Kondisi berbeda akan terjadi jika dua lempeng yang memiliki masa jenis yang sama bertemu. Pegunungan Himalaya merupakan akibat penyusupan dua lempeng dengan masa jenis yang sama sehingga penyusupannya naik ke atas. Di dunia, ada sembilan lempeng yang aktif bergerak. Yaitu EuroAsia, IndoAustralia, pasifik, Amerika Selatan, Amerika Utara, Afrika dan Antartika, Nazca (di barat Chili), dan Carolina.
(asy/)











































