Pengurus PPP Anggap Pengiriman Relawan ke Libanon Tak Tepat
Senin, 07 Agu 2006 11:10 WIB
Jakarta - Ide pengiriman sukarelawan ke Libanon hanya akan merepotkan dan menyusahkan warga setempat. Selain tidak terlatih dalam medan khusus, logistik dan senjata juga akan menjadi masalah besar di sana."Yang dibutuhkan saudara-saudara kita di Palestina dan Libanon adalah perjuangan diplomatik, makanan, dan obat-obatan," kata Ketua Pengurus Harian Pusat (PHP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lukman Hakiem kepada detikcom, Senin (7/8/2006).Sejumlah ormas saat ini tengah membuka pendaftaran sukarelawan untuk berjuang ke Libanon. Antara lain Front Pembela Islam (FPI) Medan, Pekalongan dan Gerakan Pemuda Islam (GPI).Menurut sekretaris FPPP DPR ini, ormas maupun masyarakat Indonesia lebih baik menekan pemerintah agar lebih serius mengintensifkan membangun lobi politik. "Karena jalur diplomasi, dengan lobi politik ke dunia internasional jauh lebih efektif dibanding mengirim sukarelawan tanpa bekal dan ketrampilan yang memadai," jelasnya.Terkait adanya kabar Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Adhyaksa Dault yang akan ke Libanon, Lukman juga tidak setuju. "Ngapain ke sana. Lebih baik membantu obat-obatan, makanan dan terus melobi dunia internasional," tandasnya.
(jon/)











































