Dewan Pers Sepakat Larang Infotainmen yang Menyesatkan

- detikNews
Senin, 07 Agu 2006 07:40 WIB
Jakarta - PBNU mengeluarkan fatwa haram menonton tayangan infotainmen yang menyesatkan. Hal ini diamini juga Dewan Pers sebagai lembaga pemantau dan pengawasan para kuli tinta ini. Karena tayangan infotainmen yang menyesatkan bisa mengakibatkan degradasi moral."Penyiaran infotainmen yang menayangkan sajian utama tentang perselingkuhan tanpa dasar, gosip, gunjingan, dan promosi kumpul kebo itu jelas bertentangan dengan UU Pers dan kode etik wartawan," kata anggota Dewan Pers Leo Batubara ketika dihubungi detikcom Senin (7/8/2006).Namun menurut Leo, ada juga infotainmen yang memiliki dasar yang kuat dalam menyajikan informasi tentang perselingkuhan seorang artis. Menurutnya, jika seperti itu berarti memang benar."Itu bagian dari kontrol masyarakat pers dan ini tidak bertentangan dengan UU serta kode etik," jelas Leo.Leo mengharapkan kepada pemilik perusahaan infotainmen untuk bisa memadukan antara hiburan dan informasi bagi masyarakat. "Jadi yang ditayangkan itu cukup mendidik dan tidak melulu tentang gosip," cetus Leo.Sebelumnya dalam Munas Alim Ulama NU di Surabaya, Jawa Timur Komisi Fatwa NU mengeluarkan fatwa haram bagi warga nahdliyin untuk menonton tayangan infotainment yang menyesatkan.

(ahm/)