Ingin 'Rancang' Jenis Kelamin Bayi? Ke Thailand Saja!

Ingin 'Rancang' Jenis Kelamin Bayi? Ke Thailand Saja!

- detikNews
Minggu, 06 Agu 2006 13:23 WIB
Jakarta - Anak pertama perempuan, kedua perempuan, ketiga perempuan, keempat perempuan. Aduuhh...bagaimana agar anak kelima laki-laki? Gampang, pergi saja ke Thailand. Di negeri ini, pasangan bisa turut 'merancang' jenis kelamin anak yang diinginkan: mau anak laki-laki ayo, mau perempuan, oke.Selama bertahun-tahun, orang asing terbang ke Thailand untuk perawatan medis, dengan daya tarik harga yang murah dan pantai-pantai yang indah. Dan sekarang sejumlah klinik merilis produk baru yaitu layanan yang membolehkan para pasangan untuk menentukan ingin bayi lelaki atau perempuan. Praktek ini di banyak negara tidak diizinkan.Layanan bernama preimplantation genetic diagnosis (PGD) ini dimulai dengan proses pembuahan di luar rahim alias in vitro fertilization (IVF/pembuahan di cawan petri). Embrio yang dihasilkan dari proses pembuahan ini lantas diseleksi sesuai keinginan, laki-laki atau perempuan, setelah itu ditanamkan ke rahim."Banyak pasien yang datang dari Australia karena pemerintahnya tidak membolehkan seleksi jenis kelamin," kata Pinya Hunsajarupan, dokter dari Jetanin Institute for Assisted Reproduction, klinik fertilitas terbesar di Thailand, seperti dilansir AFP, Minggu (6/8/2006). "Pasien juga datang dari Cina dan India," imbuhnya.IVF adalah prosedur paling umum untuk layanan yang disebut "wisata fertilitas" ini. Proses ini bisa makan ongkos 10 ribu dolar di Eropa atau Amerika Utara, namun di Thailand, hanya sepertiganya."Kebanyakan orang luar negeri datang ke sini karena ongkosnya lebih murah," kata Phattaraphum Phophong, dokter spesialis fertilitas dari RS Internasional Bumrungrad. Dia memperkirakan 60 persen dari 500 pasien yang mengunjungi unit fertilitas RS tempatnya bekerja setiap bulan berasal dari luar negeri. Mereka datang dari Eropa, AS, Jepang, Timur Tengah dan negara-negara lain di Asia. "Mereka datang pertama untuk perawatan medis, setelah itu mereka pergi ke (pantai) Phuket selama seminggu," katanya. (nrl/)


Berita Terkait