Otak Penipuan Via Email Ditangkap
Minggu, 06 Agu 2006 11:43 WIB
Den Haag - Anda mungkin juga pernah menerima penawaran menggiurkan via email. Seorang profesor bahkan kena US$ 875.000. Kini otak komplotan itu ditangkap. Sukses besar menangkap otak komplotan penipuan via email itu berhasil dibukukan kepolisian Amsterdam. Setelah menjejak dan memastikan posisinya, mereka meminta kepolisian Nigeria untuk menyergap. Otak komplotan, berusia 30-an tapi tidak disebut nama, dicokok di Lagos, ibukota ekonomi negeri itu. "Dia mengira aman di Nigeria, namun kini kami berhasil menangkapnya di sana," ujar Rene van der Wouw dari Interregionale Fraude Team (IFT), yang mengepalai operasi penggulungan komplotan penipu Nigeria tersebut. Media Belanda memberitakan (5/8/2006), komplotan penipu Nigeria ini sudah lama aktif di internet. Otak komplotan mengatur operasi dari Lagos, sementara anggotanya beraksi dari Amsterdam dan Zaandam. Dalam sepekan, mereka rata-rata mengirimkan 140.000 email ke para calon korban di seluruh dunia. Modusnya antara lain mereka membuai calon korban seolah-olah memenangi undian atau menjanjikan bagi hasil tentang pencairan harta warisan dari elite tertentu di Afrika dengan nilai jutaan dolar. Untuk itu mereka meminta kepada calon korban agar terlebih dulu mentransfer sejumlah uang dengan alasan untuk biaya transaksi dan notaris. Korban yang berjatuhan bukan hanya dari kalangan awam yang berduit. Seorang profesor dari AS kena US$ 875.000, setelah dia dijanjikan bakal mendapat bagian US$ 55 juta.Kepolisian Amsterdam beraksi setelah menerima info pengaduan dari berbagai kedutaan asing di seluruh dunia tentang praktik komplotan penipuan yang bersumber di wilayahnya. Sebelumnya awal tahun ini kepolisian Amsterdam sudah menggulung 12 anggota komplotan.
(es/)











































