AS-Prancis Teken Draf Resolusi, Konflik Tetap Terjadi

AS-Prancis Teken Draf Resolusi, Konflik Tetap Terjadi

- detikNews
Minggu, 06 Agu 2006 11:21 WIB
New York - Selang beberapa jam setelah Dewan Keamanan PBB menerima draf resolusi gencatan senjata, pesawat-pesawat Israel terlibat pertempuran dengan Hizbullah di Libanon selatan. Pesawat Israel kembali menyerang jalan dan jembatan di Libanon. Pesawat tempur Israel membombardir jalan di bagian timur lembah Bekaa. Serangan ini memutuskan jalur antara Bekaa menuju wilayah Libanon lainnya dan Syria.Israel juga menyerang sejumlah jembatan dan jalan layang di utara Libanon. Namun hingga saat ini belum ditemukan korban akibat serangan ini. Demikian dilansir ABC News Online, Minggu (6/8/2006).Roket Hizbullah sendiri menyerang Israel selatan dan menewaskan 3 orang dan melukai 5 orang lainnya.Ketar-ketir dengan serangan tersebut Israel pun mengingatkan warganya yang bermukim di Sidon untuk mengungsi dari kota.Israel berencana menyerang kota yang terletak di Libanon selatan itu, karena mereka percaya bahwa roket-roket Hizbullah diluncurkan dari kota itu.Konflik yang terjadi antara Hizbullah dengan Israel sudah menewaskan sekitar 734 orang di Libanon dan 78 orang Israel.Sementara itu, Presiden AS George Bush, sekutu dekat Israel, menyambut baik disepakatinya draf resolusi antara AS dan Prancis. Nantinya draf ini akan dibahas dalam sidang Dewan Keamanan PBB, Senin 7 Agustus.Meskipun demikian, Libanon menyatakan kurang puas dengan draf resolusi tersebut. Mereka tetap meminta pasukan Israel mundur dari Libanon untuk mengakhiri konflik yang sudah terjadi selama 26 hari ini."Penarikan mundur adalah resep untuk konfrontasi itu," ujar staf Kementerian Luar Negeri Libanon Nouhad Mahmoud.Draf resolusi berbunyi 'Penghentian secara penuh kekerasan, Hizbullah menghentikan serangannya dan Israel menghentikan serangan militer ofensifnya'.Resolusi kedua adalah fase gencatan senjata dan pasukan perdamaian internasional diperkenankan masuk ke area konflik. (ddn/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads