Hujan Abu Semeru Bukan Fenomena Aneh
Minggu, 06 Agu 2006 09:28 WIB
Jakarta - Letupan Gunung Semeru yang mengakibatkan hujan abu selama seminggu terakhir di wilayah-wilayah yang berada di kaki gunung dinilai bukan hal yang membahayakan bagi warga. Letupan itu merupakan bagian dari aktivitas normal gunung berapi."Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Abu itu hanya terbawa angin dan menyebar ke wilayah di sekitarnya," ujar Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi DESDM, Surono, ketika dihubungi detikcom, Minggu (6/8/2006).Dijelaskan Surono, saat ini Gunung Semeru meletup setiap 15 menit sekali. "Normalnya memang begitu," tegasnya.Meski begitu abu vulkanik yang mengandung belerang dan silica dengan konsentrasi tinggi itu sangat berahaya bagi manusia dan tanaman. Jika abu yang pekat terhirup lansung, abu itu bisa menyebabkan infeksi pada saluran pernafasan. Tumbuhan pun akan mati perlahan-lahan.Ditambahkannya hal yang paling berbahaya adalah Jika abu vulkanik itu terbawa angin pada ketinggian yang biasa dilalui pesawat terbang. Kandungan silica dalam abu bisa merusak mesin pesawat."Kami belum memberikan peringatan karena kondisi masih aman," imbuhnya.Hingga kini Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi DESDM masih terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas Gunung Semeru. Namun sekali lagi Surono meyakinkan kepada masyarakat bahwa fenomena yang terjadi merupakan hal yang biasa."Itu bukan fenomena aneh," tandasnya.
(bal/)











































