Nikah Gratis dari Hamas untuk 242 Pasang Pengantin Palestina
Minggu, 06 Agu 2006 05:03 WIB
Gaza - Serangan Israel yang menghancurkan Wilayah Palestina dan Libanon rupanya tidak menghalangi niat 242 pasang pengantin asal Palestina untuk menikah. Difasilitasi Hamas, mereka melakukan nikah massal di kamp pengungsian Jabaliya, Jalur Gaza.Dengan setelan jas berwarna hitam lengkap dengan surban yang menutupi kepala, para calon mempelai pria itu hadir dengan wajah berseri-seri. Kegembiraan terpancar jelas di wajah mereka.Meski kamp Jabaliya yang terletak di utara Jalur Gaza hanya berjarak sekitar 5 kilometer dari perbatasan Israel, tidak terlihat kekhawatiran di wajah para pengantin tersebut. Dengan khidmat mereka mengikuti setiap prosesi pernikahan yang dilakukan dengan tata cara tradisional Arab."Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa kami adalah bangsa bahagia yang tinggal diatas tanah kami sendiri," ujar koordinator pelaksana Issam Juda, seperti dilansir AFP, Minggu (6/8/2006).Sesuai tradisi yang berlaku, hanya pengantin pria yang hadir dalam upacara pernikahan. mereka duduk di sebuah kursi yang disediakan diatas sebuah panggung. Para tamu undangan pun tidak bercampur layaknya pesta pernikahan modern.Para undangan yang sebagian besar adalah keluarga kedua mempelai dipisahkan berdasarkan jenis kelamin. Sebuah kain setinggi bahu dijadikan pembatas. Sejak Juli 2005, ini adalh kali pertama pernikahan massal seperti ini dilakukan lagi di Jalur Gaza.Dijelaskan Juda, sejak situasi yang semakin memanas di Palestina dan Libanon, sejumlah pasangan menunda bahkan membatalkan rencana pernikahan mereka."Kami berupaya menyelenggarakan pernikahan massal ini utuk membantu para pasangan tersebut. Dengan cara ini mereka dapat menghemat biaya yang harus dikeluarkan," imbuhnya.Selain dinikahkan secara gratis, untuk memulai hidup barunya, setiap pasang pengantin mendapatkan hadiah uang sebesar US$ 600 termasuk hadiah US$ 100 dari PM Palestina Ismail Haniya. Mereka juga mendapatkan seperangkat peralatan kamar tidur yang bisa digunakan untuk menikmati malam pertama mereka."Rasanya senang sekali bisa mewujudkan keinginan yang lama tertunda. Terima kasih banyak untuk Hamas yang telah melakukan ini semua," kata Mohammed salah seorang pengantin pria.
(bal/)











































