RSU Dr Sardjito Operasi Kembar Siam Anita-Yunita
Sabtu, 05 Agu 2006 11:57 WIB
Yogyakarta -
Rumah Sakit Umum (RSU) Dr Sardjito Yogyakarta mengoperasi pemisahan bayi kembar siam, Sabtu (5/8/2006). 46 Dokter berbagai spesialis ikut menangani operasi pemisahan bayi bernama Anita Rusmiyatun Lestari dan Yunita Rusmiyatun Rahayu.Operasi pemisahan bayi kembar siam yang lahir 21 Januari 2006 itu mulai dilakukan pada pukul 06.30 WIB di salah satu kamar operasi di gedung terpadu rumah sakit. Orangtua bayi, Riswanto (32) bersama kerabat, pimpinan rumah sakit dan wartawan hanya bisa menyaksikan jalannya operasi dari layar kaca monitor di lantai 2.Tepat pukul 06.30 WIB, bayi kembar siam Ischiopagus Therapus yang diberi nama Anita dan Yunita itu dikeluarkan ruang perawatan isolasi. Selanjutnya kedua bayi itu dibawa menuju kamar operasi.Turut mendampingi saat bayi dibawa masuk, antara lain ayahnya Riswanto warga Dusun Numpukan Desa Karangtengah Kecamatan Imogiri Bantul. Sedang ibunya Umiatun telah meninggal 6 jam setelah melahirkan pada Minggu 22 Januari lalu.Tim dokter yang melakukan operasi dipimpin oleh dr Rohadi, SPA, SBA dibantu sedikitnya 45 dokter spesialis dan 100-an dokter yang sedang mengikuti program spesialis. Beberapa di antaranya dari dokter spesialis anestasi, bedah kanal, bedah syaraf, urologi, ortopedi, bedah plastik, dll.Pada saat lahir kedua bayi yang berbobot 5,4 kg dan panjang 60 cm. Saat dioperasi bayi tersebut mempunyai bobot 15,2 kg dengan panjang 75 cm dengan umur 196 hari atau sekitar 6,5 bulan.Sebelum dioperasi, kondisi kesehatan kedua bayi itu terus diawasi oleh dr Setya Wandito, SPA. Kondisi terakhir kedua bayi masih normal, fungsi ginjal kanan normal. Sedang ureter dan kandung kemih juga normal. Kedua bayi itu juga punya dua anus, dua kandung kemih.Operasi yang dimulai pukul 06.30 WIB itu diperkirakan baru akan selesai pada pukul 13.00 WIB. Operasi pemisahan yang membutuhkan biaya besar ini dibiayai melalui Askeskin dan Jamkesos karena orangtuanya tergolong tidak mampu. Selain itu, dibantu pula oleh Pemda Bantul dan sponsor di antaranya berasal dari keluarga Sumaryoto anggota DPR dari Wonogiri, Jawa Tengah.
(sss/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































