Banjir bandang menerjang Perumahan Dinar Indah, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah. Tak hanya berdampak pada ratusan warga, banjir tersebut juga memakan korban jiwa.
Seperti dilansir detikJateng, banjir tersebut dilaporkan warga terjadi secara tiba-tiba pada Jumat (6/1) sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, air yang datang naik dengan cepat hingga ke atap rumah warga.
Warga setempat pun terpaksa naik ke atap rumah hingga harus dievakuasi. Banjir juga dikabarkan menyebabkan satu orang meninggal dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut ini fakta-fakta terkait banjir di Perumahan Dinar Indah Semarang:
Banjir Datang Tiba-tiba
Banjir yang datang tiba-tiba ini diceritakan oleh salah satu warga terdampak bernama Ana Basuki. Dia yang saat itu tengah berada di halaman rumahnya tiba-tiba melihat air datang dari berbagai arah hingga memenuhi rumahnya.
"Saya masih di depan rumah air dari sana dan sana (dua arah). Saya langsung menyelamatkan diri sama anak-anak ke lantai dua," kata Ana di lokasi, Jumat (6/1).
"Saya bertahan di genting lantai dua. Dua jam bertahan, akhirnya dievakuasi pakai ban tadi," lanjut dia.
147 Warga Terdampak
Sementara itu, Plt Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Ita mengatakan ada 37 keluarga di RT 06 RW 26 Kecamatan Meteseh dan Kecamatan Tembalang yang terdampak banjir ini. Total ada 147 warga yang harus dievakuasi.
"Yang terdampak 37 keluarga, ada 147 jiwa," kata Ita.
Tonton juga Video: Dinar Indah Semarang Diterjang Banjir Bandang, Satu Orang Meninggal
1 Warga Tewas
Bukan hanya ratusan jiwa terdampak, Ita menyebut ada satu warga yang juga meninggal dunia akibat banjir tersebut.
"Satu orang meninggal," ujar Ita.
Ita mengatakan saat itu pihaknya juga langsung menyiapkan balai diklat di dekat RSUD Wongso Negoro untuk evakuasi warga dengan prioritas anak-anak dan wanita. Berbagai bantuan juga langsung disalurkan.
Warga Tewas Berkebutuhan Khusus dan Terjebak
Lebih lanjut, Ita membeberkan seorang warga meninggal karena terjebak banjir di dalam rumahnya. Korban, kata dia, juga sakit dan berkebutuhan khusus.
"Satu yang terjebak karena berkebutuhan khusus dan sakit, rumahnya dekat pinggir sungai. Dia sendirian, adiknya kerja," ujar Ita.
Sementara itu, salah satu warga, Yoyok, mengatakan sebenarnya warga mengetahui bahwa korban yang berkebutuhan khusus itu hanya sendiri di rumah. Namun, kata dia banjir yang datang secara cepat membuat warga tidak sempat menyelamatkannya.
"Warga tahu (korban) di sana. Tapi air cepat sekali naiknya. Kita menyelamatkan diri, saya naik di genting, anak-anak aman," katanya.
"Itu cuma lima menit langsung tinggi," ujar Yoyok.