MUI Tak Larang Jihad ke Libanon
Sabtu, 05 Agu 2006 09:26 WIB
Jakarta - Solidaritas terhadap Palestina dan Libanon bermunculan. Mulai dari relawan yang berangkat hendak megirimkan bantuan hingga pemuda yang siap jihad. Untuk yang hendak jihad Majelis Ulama Indonesia (MUI), mengaku tidak bisa melarangnya. "Itu kan hak dia, selama bisa berangkat sendiri ya baik-baik saja. Kalau dia mau cari surga disana yang silahkan saja," kata ketua Majelis Ulama Indonesia Kholil Ridwan saat dihubungi detikcom Sabtu (5/8/2006).Kholil mengatakan, jihad memang satu-satunya cara yang dapat dilakukan umat Islam untuk memerangi Israel. Karena Israel tidak dapat dilawan dengan cara-cara diplomasi. "Siapa yang akan menghentikan, PBB dikuasai oleh Amerika, sementara Amerika mendukung Israel, jadi jihad adalah cara yang bagus," ujarnya.Ditambahkan dia, sebenarnya ada cara lain untuk umat Islam melepaskan diri dari serangan-serangan semacam Israel. Yaitu bangsa-bangsa Arab harus bersatu dan tidak tergantung dengan Amerika. "Tapi karena tidak kompak dan masih tergantung dengan AS, ya jadi susah," tandasnya.Aksi Lintas Agama Kecam IsraelUmat dari berbagai agama di Indonesia direncanakan akan melakukan aksi bersama di Bundaran Hotel Indonesia (HI) menuju Kedutaan Besar Amerika Serikat ( AS) pada Minggu (6/8/2006) mulai pukul 13.00 WIB. Aksi yang dinamakan Aksi Sejuta Umat itu rencananya akan diikuti tak hanya umat islam saja. Tetapi juga umat-umat beragama lain seperti Katolik, Kristen, Hindu dan Budha."Ini menunjukkan kebersamaan umat beragama dalam menentang agresi militer Israel," kata ketua Majelis Ulama Indonesia Kholil Ridwan saat dihubungi detikcom Sabtu (5/8/2006).Menurut Kholil, aksi yang akan dimulai dari bundaran Hotel Indonesia (HI) menuju Kedutaan Besar AS ini diprakarsai oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Dien Syamsudin. Rencananya, sejumlah tokoh dari berbagai agama akan ikut dalam aksi tersebut."Dari MUI akan hadir Pak Amidhan, saya berharap peserta aksi itu banyak sehingga aspirasi kita akan didengar. Saya sendiri tak bisa ikut karena saudara saya menikah," urainya.Kholil mengaku sempat mengikuti persiapan aksi tersebut. Dan aksi ini merupakan aksi lanjutan sejuta umat islam yang digelar Jumat (4/8/2006) lalu. "Ini mendadak, Pak Din undang untuk aksi lagi, tapi tak cuma umat islam," katanya.
(ken/)











































