Dokter Unair Pelaku Aborsi Dipastikan Waras, Hanya Stres

Dokter Unair Pelaku Aborsi Dipastikan Waras, Hanya Stres

- detikNews
Jumat, 04 Agu 2006 18:56 WIB
Semarang - Polisi masih terus mendalami kasus dokter pelaku aborsi di Semarang yang mengaku lulusan Universitas Airlangga (Unair), Totok Hadyanto (53). Polisi memastikan pelaku sehat rohani alias waras.Keterbukaan dan kepolosan Totok dalam pemeriksaan polisi kemungkinan besar karena dia sedang stres. Pasalnya, saat ditangkap, ia terbukti sedang melakukan praktik aborsi."Mungkin hanya karena stres saja dia menjawab pertanyaan penyidik dengan sangat gamblang," kata Kapolwiltabes Semarang Kombes Suhartono melalui ponselnya, Jum'at (4/8/2006).Meski demikian, lanjut Suhartono, polisi terus melakukan pengembangan. Terutama menyangkut jumlah korban dan jati diri Totok. Bisa jadi, polisi juga akan mengonfirmasi ke Unair."Mau tidak mau, kita memang harus cek ke Unair. Dia kan mengaku lulusan sana. Tapi yang kita fokuskan sekarang adalah soal korban yang disebutnya ratusan itu," tandasnya.Suhartono menyebutkan, selama pemeriksaan Totok tidak bisa membuktikan jumlah orang yang melakukan aborsi atas bantuannya. Hal itu dianggap mencurigakan. Karena biasanya, dokter punya absen siapa saja pasien yang pernah ditanganinya.Totok Hadyanto ditangkap di sebuah hotel di Bandungan, Kabupaten Semarang, Kamis (3/8) malam. Saat itu ia tengah bersama sepasang muda-mudi yang diduga kuat adalah pasien yang hendak melakukan aborsi.Totok mengaku lulusan Fakultas Kedokteran Unair pada tahun 2001. Dua tahun kemudian ia diterima menjadi PNS di Demak, dan pada tahun 1998, lajang 'senior' ini membuka praktik aborsi ilegal. "Kalau berkasnya sudah selesai dan semua bukti sudah dipegang, kita tak akan tunggu lama-lama untuk membawanya ke pengadilan," tegas Suhartono. (nrl/)


Berita Terkait