Polri Waspadai Bulan Rawan Ancaman Bom
Jumat, 04 Agu 2006 17:33 WIB
Jakarta - Belajar dari pengalaman, Mabes Polri mewaspadai bulan-bulan rawan ancaman bom. Namun, tidak ada penambahan pasukan pengamanan. Bukan rahasia umum, ancaman bom kerap terjadi pada bulan Agustus, September dan Oktober. Bom antara lain pernah terjadidi Hotel JW Marriott yang meledak pada 5 Agustus 2003, bom Kedubes Australia pada 9 September 2004, Bali I pada Oktober 2002, dan bom Bali II pada 1 Oktober 2005."Tentu kita siapkan strategi dan taktik mewaspadai bulan-bulan rawan ancaman bom," kata Kapolri Jenderal Pol Sutanto usai upacara kenaikan pangkat di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (4/8/2006).Kapolri berharap ancaman bom tidak terjadi karena secara kuantitas sudah banyak mengungkap kejadian ledakan bom, terlebih kemampuan Noordin M Top semakin berkurang. "Tetapi tetap kita waspadai," ujarnya.Wakapolri Komjen Pol Adang Daradjatun justru meminta untuk tidak mengekspos bulan-bulan rawan bom."Jangan ekspos, tetapi yang jelas tugas-tugas rutin mengantisipasi adanya ancaman bom tetap dilaksanakan dan tidak ada peningkatan pasukan. Jadi seperti biasa saja," kata pria yang dijagokan jadi cagub DKI Jakarta dari PKS ini.
(aan/)











































