Sudah 17 Ribu Ayam Dimusnahkan di Karo
Jumat, 04 Agu 2006 17:16 WIB
Medan - Terhitung sejak flu burung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), marak pada Juli lalu, hingga saat ini sudah sekitar 17 ribu ekor ayam yang dimusnahkan. Rencananya, semua ayam di kabupaten itu akan dimusnahkan untuk mencegah penyebaran virus Avian Influenza (AI). Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karo, Sumbul Sembiring, menyatakan, rencananya untuk tahap awal ini pemusnahan unggas secara keseluruhan akan dilaksanakan untuk Kecamatan Kabanjahe dan di sekitarnya. "Untuk sementara ini, jumlah yang sudah dimusnahkan sudah mencapai sekitar 17 ribu ekor. Sebagai ganti rugi, untuk setiap ternak yang dimusnahkan pemilik diberikan Rp 12.500 per ekor," kata Sembiring kepada wartawan, Jumat (4/8/2006), usai menyaksikan pemusnahan puluhan ekor ayam di Desa Sumbul, Kecamatan Kabanjahe, Karo, sekitar 90 kilometer dari Medan. Pemusnahan ayam pada hari ini, kata Sembiring, merupakan bagian dari upaya mengurangi penularan virus flu burung yang bersumber dari unggas. Pada Rabu malam (2/8/2006) pemusnahan juga dilakukan terhadap 2.824 ekor ternak ayam yang umumnya jenis ayam lokal, itik di Desa Sumbul, Berhala, Raya, Kaban dan Ketaren. Sebelumnya, pada priode 23-27 Juli 2006, Pemkab Karo telah memusnahkan 10.845 ekor ayam di lima tempat, yakni Kelurahan Padang Mas, Gung Leto, Gung Negeri dan Lau Cimba di Kecamatan Kabanjahe, serta Desa Bunuraya Kecamatan Tiga panah. Selain pemusnahan unggas, berbagai upaya lain juga dilakukan Pemkab Karo untuk mengantisipasi meluasnya virus flu burung, termasuk menutup jalur masuk dan keluar unggas dari Karo. Sudah puluhan truk pengangkut pupuk kandang unggas yang akan memasuki kawasan Kabupaten Karo dipulangkan ke daerah asalnya setelah tertahan beberapa saat di Pos Pengawasan arus keluar masuk unggas dan pupuk kandang unggas yang berada di Pos Polisi Pembantu, Desa Doulu Kampung, Kecamatan Berastagi. Namun kasus flu burung terus meluas di Karo. Beberapa hari lalu, beberapa ekor ayam ditemukan mati akibat tertular virus flu burung di Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat. Sejauh ini dilaporkan belum ada korban manusia suspect flu burung dari desa tersebut.
(nrl/)











































