Malaysia Akan Kirim 1.000 Prajurit ke Libanon
Jumat, 04 Agu 2006 16:27 WIB
Kuala Lumpur - Sekitar 1.000 prajurit Malaysia akan dikirimkan ke wilayah konflik Libanon. Pengiriman pasukan untuk misi perdamaian itu akan dilakukan begitu gencatan senjata diberlakukan.Demikian diumumkan Kepala Pertahanan Malaysia Laksamana Tan Sri Mohd Anwar Mohd Nor seperti diberitakan kantor berita resmi Malaysia, Bernama, Jumat (4/8/2006)."Kami akan mengirimkan pasukan kami sesuai persyaratan negara itu. Saat ini, kami sedang menyelesaikan persiapan untuk keberangkatan (pasukan)," kata Mohd Anwar kepada wartawan di Kuala Lumpur.Menurutnya, pihak Angkatan Bersenjata telah memutuskan untuk mengirimkan personel dari unit Brigade 4. "Kami akan mengirim kendaraan lapis baja dan pasukan dengan pakaian anti-peluru untuk menghadapi setiap konsekuensi," imbuhnya.Dijelaskannya, kelompok observer akan bertolak menuju Libanon secepatnya untuk mengumpulkan informasi terbaru mengenai kondisi di Libanon. "Vital bagi kita untuk merencanakan strategi kita dengan baik," tegasnya.Diakuinya, kondisi di Libanon bisa mendatangkan bahaya bagi pasukan Malaysia. "Kami kemungkinan akan menghadapi tantangan terberat dibandingkan pengalaman kami dalam misi perdamaian terdahulu di Bosnia-Hezergovina, Somalia dan baru-baru ini di Timor Leste," tutur Mohd Anwar.Sebelumnya pada pertemuan darurat Organisasi Konferensi Islam (OKI) di Putrajaya, Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi menyatakan, negaranya akan mengerahkan satu batalyon yang dipersenjatai penuh untuk misi damai ke Libanon di bawah banner PBB.
(ita/)











































