Hilangnya Sang Rajawali

Hilangnya Sang Rajawali

- detikNews
Jumat, 04 Agu 2006 15:49 WIB
Jakarta - Prof Dr Riswandha Imawan, guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM), meninggal dunia dalam usia yang relatif muda, 51 tahun. Riswandha tutup usia setelah mendadak mendapat serangan jantung. Kampus UGM dan bangsa Indonesia kehilangan sang Rajawali. Pribadi kelahiran Bangkalan, Madura, 17 Januari 1955 silam ini memang cukup menarik. Di saat para pengamat politik terjun ke dunia politik dan mendapat jabatan empuk di pemerintahan, Riswandha tetap dalam kesendiriannya dan tetap memilih menjadi akademisi di Kampus Bulaksumur. Hal ini dilakukannya karena Riswandha mengibaratkan dirinya sebagai rajawali. Moto hidupnya adalah 'eagle flies alone', sang Rajawali akan selalu terbang sendirian. "Karena itulah beliau tidak ikut ke sana ke sini. Moto inilah yang patut juga dijadikan prinsip bangsa dan generasi muda," kata Ari Dwipayana, seorang dosen UGM yang juga teman almarhum, saat dihubungi detikcom, Jumat (4/8/2006). Di mata Ari, Riswandha - teman sesama dosen yang sekaligus gurunya itu - merupakan intelektual yang cukup kritis. "Kita kehilangan intelektual yang cukup kritis, berani mengungkapkan pendapatnya. Kita tidak hanya kehilangan beliau dari sudut akademi, tapi juga dari sudut pendewasaan politik dan demokratisasi," ujar Ari. Riswandha sangat sering didapuk menjadi pembicara dalam seminar-seminar politik, baik di Jakarta maupun di daerah-daerah di Indonesia. Sebelum meninggal dunia, sebenarnya Riswandha juga sedang menunggu di Bandara Adi Sucipto untuk terbang ke Kupang, karena diundang sebagai pembicara. Selain menyampaikan pandangan-pandangannya dalam berbagai seminar, Riswandha juga sangat sering menulis artikel di media massa. Bahasa yang ia tuliskan cukup enak dirasa, meski muatannya cukup menukik tajam. Sebagai akademisi tulen, Riswandha sudah mencapai posisi paling atas, sebagai profesor. Riswandha dikukuhkan sebagai guru besar ilmu politik UGM pada Sabtu (4/9/2004) dengan menyampaikan pidato berjudul 'Pergulatan Politik di Indonesia: Pergulatan Setengah Hati Mencari Identitas Diri.'Rencananya, jenazah sang Rajawali ini akan disemayamkan di rumah duka di Jl. Tongkol Perumahan Minomartani, Kalasan, Sleman. Sabtu (5/8/2006) pukul 11.00 WIB, jenazah akan disemayamkan di Kampus UGM sebelum dimakamkan di Pemakaman Sawitsari, pemakaman keluarga besar UGM. Selamat jalan, Profesor! (asy/)


Berita Terkait