Sebelum Meninggal, Riswandha Sempat Menguji Tesis Mahasiswa S2
Jumat, 04 Agu 2006 15:07 WIB
Jakarta - Riswandha Imawan, pengamat politik yang juga guru besar politik Universitas Gadjah Mada (UGM), meninggal dunia setelah secara mendadak mendapat serangan jantung. Sebelum meninggal, Riswandha sempat menguji tesis mahasiswa S2 UGM. Menurut Ari Dwipayana, salah seorang rekan almarhum yang juga dosen politik UGM, Riswandha menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 13.45 WIB, Jumat (4/8/2006). Akademisi yang diangkat sebagai guru besar UGM dua tahun lalu ini meninggal dunia di RS Panti Rini, Sleman. Saat dihubungi detikcom, Ari menceritakan, sebenarnya Riswandha akan terbang ke Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menghadiri sebuah acara. Bersama beberapa dosen UGM, sekitar pukul 11.00 WIB, Riswandha sudah tiba di Bandara Adi Sucipto. "Tapi, saat menunggu di bandara, sekitar pukul 11.30 WIB, Pak Riswandha jatuh pingsan. Kemudian beliau dilarikan ke RS Panti Rini," kata Ari. Begitu mendengar 'suhu'-nya dilarikan ke RS, Ari pun kemudian langsung tancap gas menuju RS Panti Rini untuk mengetahui kondisi Riswandha. Setelah Riswandha mendapat penanganan darurat, Tuhan berkehendak lain. Guru besar politik berumur 51 tahun yang kerap bersuara kritis itu meninggal dunia pada pukul 13.45 WIB. Hingga pukul 14.50 WIB, jenazah Riswandha masih berada di RS tersebut. Meninggalnya Riswandha cukup mendadak, sehingga mengejutkan banyak koleganya di kampus UGM. Ari termasuk salah satu dosen UGM yang terkejut. Sebab, sebelum bertolak ke bandara, Riswandha masih bertemu dengan dirinya. "Tadi pagi, kami di kampus sama-sama menguji mahasiswa S2 Politik Lokal. Tadi pagi masih tampak sehat saja," ujar Ari. Saat itu, Riswandha tampak tetap berbincang-bincang dengan sesama dosen di UGM. Memang, selama ini, kata Ari, Riswandha memang punya riwayat penyakit jantung dan penyakit gula. Memang, kata Ari, Riswandha sempat mengeluh sesak napas dan radang tenggorokan. "Tapi, seperti biasa, Pak Riswandha mengaku tidak terlalu serius. Dia kan koboi, tidak pernah merasakan sakit yang dialaminya," ujar dia.
(asy/)











































